Dituding Lemahkan Perbankan AS, Gubernur The Fed Jerome Powell Disebut 'Pria Berbahaya'

Rabu, 29 September 2021 - 14:26 WIB
loading...
Dituding Lemahkan Perbankan...
Gubernur The Fed Jerome Powell. FOTO/Patrick Semansky/AP
A A A
JAKARTA - Senator Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) Elizabeth Warren menuding Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell sedang berupaya melemahkan sistem perbankan negara melalui sejumlah kebijakan yang dibuatnya.

Warren menyoroti kebijakan politisi Partai Republik itu yang dinilai kurang efektif bahkan membahayakan regulasi perbankan pasca-krisis yang terjadi saat ini.

Dilansir CNBC pada Selasa (28/9/2021), Warren dalam rapat dengar pendapat di Komite Perbankan Senat terang-terangan bakal menentang pencalonan kembali pria berusia 68 tahun itu sebagai pimpinan bank sentral AS.

Baca juga: Rahasia Sukses Jeff Lawson Jadi Miliarder: Jangan Pecat Karyawan karena Buat Kesalahan

"Apa yang Anda perbuat membuat saya benar-benar khawatir. Berkali-kali, Anda bertindak membuat sistem perbankan kita kurang aman, dan itu menjadikan Anda sebagai seseorang pria yang berbahaya jika memimpin The Fed (di periode) selanjutnya," tegas senator perwakilan wilayah Massachusetts itu.

Powell tidak memberikan tanggapannya menyusul komentar Warren tersebut. Adapun menurut Warren, langkah deregulasi sistem perbankan dapat menyebabkan krisis seperti yang dialami Amerika Serikat pada 2008-2009.

Perempuan yang merupakan sayap progresif Demokrat itu juga menyebut Powell 'hanya beruntung' ketika lembaga perbankan sejauh ini dapat menghindari sejumlah persoalan besar, seperti menyikapi kolapsnya Archegos Capital Management, serta kebutuhan kolektif industri perbankan sepanjang krisis pandemi.

"Sejauh ini kamu hanya beruntung," tukasnya sembari menambahkan dengan nada sinis bahwa "Tetapi krisis 2008 akan hadir ketika keberuntunganmu habis," terangnya, dilansir The Guardian, Rabu (29/9/2021).

Baca juga: Modus Baru! Waspadai Potensi Penyalahgunaan Kartu Vaksin untuk Pengajuan Pinjaman Online

Komentar Warren muncul ketika Powell dan Menteri Keuangan Janet Yellen memperingatkan krisis Amerika Serikat akan segera terjadi apabila Kongres tidak menyetujui kenaikan batas rasio utang pemerintah.

Sejumlah politisi partai Republik menyatakan tidak akan mendukung usulan tersebut. Yellen sempat berujar bahwa jika usulan ini tidak diterima dan semakin buntu nasibnya, maka sistem keuangan AS bakal tidak mampu menanggung semua beban pengeluaran pada 18 Oktober mendatang.

Seperti diketahui, Powell telah menjabat sebagai Gubernur Fed sejak 2018 lalu, di mana periodenya akan berakhir pada Februari mendatang.

Sebagian besar analis mengharapkan Presiden Joe Biden mencalonkan kembali si pria tua ini, meskipun bakal ada pertentangan dari Warren dan para politisi liberal lainnya. Meskipun ada peluang terpilihnya kembali Powell, namun segala keputusan ada di tangan Joe Biden untuk menetapkan kepengurusan The Fed.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Rekomendasi
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Akademisi Dukung Langkah...
Akademisi Dukung Langkah Kejagung Jerat Pihak Pasif dan Korporasi di Kasus BGN
Berita Terkini
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Infografis
Presiden AS Joe Biden...
Presiden AS Joe Biden Disebut Mengalami Sakit Parkinson
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved