Oh Nehi! Perbankan India Didera Krisis Kredit Macet: Nilainya Diperkirakan Rp1.420 Triliun

Jum'at, 01 Oktober 2021 - 09:09 WIB
loading...
A A A
"Pinjaman buruk ditaburkan di saat yang tepat," kata C. Rangarajan, mantan gubernur bank sentral India periode 1992 hingga 1997, kepada BBC, Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Daniel Craig Kantongi Bayaran Rp1,2 Triliun dari Film-film James Bond

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bahkan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi, inflasi yang rendah, dan defisit fiskal yang berkurang membuat bankir terlalu pede untuk tidak melakukan penilaian untuk banyak pinjaman yang diajukan. Saat itu bank dinilai "hidup dengan harapan", memberikan pinjaman segar untuk membukukan keuntungan artifisial dengan memulihkan bunga pinjaman sebelumnya.

"Kroni kapitalis India menggunakan pinjaman bank baik sebagai utang dan ekuitas untuk membiayai proyek-proyek mereka," kata Tamal Bandyopadhyay, penulis buku Pandemonium: The Great Indian Banking Tragedy.

Para ahli mengatakan "bad bank" tidak akan menjadi peluru ajaib untuk mematikan masalah sistemik yang ada di perbankan India. Menurut mereka, semestinya bank-bank milik negara harus benar-benar mandiri dan menjadi pemberi pinjaman yang lebih efisien.

Perbaikan regulasi oleh bank sentral India juga akan membantu industri perbankan untuk . Kemudian, penjualan pinjaman membutuhkan lebih banyak transparansi.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
Citi Indonesia Perkuat...
Citi Indonesia Perkuat Jaringan Global Dorong Pertumbuhan Bisnis
Prabowo Beri Pelukan...
Prabowo Beri Pelukan Hangat Modi, Antar Kepulangan di Bandara YIA
Prabowo dan Modi Resmikan...
Prabowo dan Modi Resmikan Kerja Sama Indonesia-India untuk Konservasi Candi Prambanan
Kunjungi Candi Prambanan,...
Kunjungi Candi Prambanan, Prabowo Pamerkan Mahakarya Peradaban Dunia ke PM Modi
Rekomendasi
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Polri Ultimatum Pihak...
Polri Ultimatum Pihak yang Halangi Pengusutan 3 Kasus Korupsi
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Berita Terkini
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved