Capai Target Bebas Karbon 2060, ESDM Susun Roadmap Transisi Energi
Kamis, 07 Oktober 2021 - 18:17 WIB
loading...
A
A
A
"Keenam, penerapan substitusi penggunaan energi melalui intensifikasi kompor listrik dan pengembangan jaringan gas rumah tangga. Selain itu kita juga mendorong penggunaan kendaraan listrik serta penyediaan transportasi umum ramah lingkungan yang lebih masif," ujarnya dalam webinar, Kamis (7/10/2021).
Adapun dalam rangka substitusi pembangkit fosil serta peningkatan kebutuhan listrik maka penambahan pembangkit listrik mulai dari 2030 seluruhnya berasal dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT).
Baca Juga: Eropa dan Rusia Saling Tuding Penyebab Krisis Energi
Arifin melanjutkan, dalam proses pelaksanaan program pembangunan EBT, masih terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi, antara lain dukungan pendanaan yang sangat besar. Selain itu, perlu ada teknologi penyimpanan daya yang andal, kemampuan sistem jaringan untuk menyerap listrik dari pembangkit EBT yang masih terbatas, dan ketersediaan teknologi yang masih bergantung pada impor.
"Tentu yang paling penting sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang tinggi. Untuk itu, kami mengharapkan para generasi muda dapat memberikan ide-ide baru, inovasi-inovasi baru dalam pengembangan EBT, serta membantu mengampanyekan penggunaan energi bersih, serta ikut memanfaatkan dan menggunakan energi bersih secara konsisten," tandasnya.
Adapun dalam rangka substitusi pembangkit fosil serta peningkatan kebutuhan listrik maka penambahan pembangkit listrik mulai dari 2030 seluruhnya berasal dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT).
Baca Juga: Eropa dan Rusia Saling Tuding Penyebab Krisis Energi
Arifin melanjutkan, dalam proses pelaksanaan program pembangunan EBT, masih terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi, antara lain dukungan pendanaan yang sangat besar. Selain itu, perlu ada teknologi penyimpanan daya yang andal, kemampuan sistem jaringan untuk menyerap listrik dari pembangkit EBT yang masih terbatas, dan ketersediaan teknologi yang masih bergantung pada impor.
"Tentu yang paling penting sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang tinggi. Untuk itu, kami mengharapkan para generasi muda dapat memberikan ide-ide baru, inovasi-inovasi baru dalam pengembangan EBT, serta membantu mengampanyekan penggunaan energi bersih, serta ikut memanfaatkan dan menggunakan energi bersih secara konsisten," tandasnya.
(nng)
Lihat Juga :