Gara-gara Krisis Energi, Eropa Disebut Telah Jadi 'Sandera' Rusia
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 09:21 WIB
loading...
A
A
A
Mengupayakan sertifikasi cepat untuk Nord Stream 2, Ash yakin hal itu telah menjadi "rencana permainan Moskow selama ini". Dia menambahkan bahwa pasar benar-benar naif jika berpikir bahwa Moskow akan melakukan apa saja untuk meredakan krisis gas Eropa kapan saja sebelum NS2 disertifikasi.
Regulator energi Jerman belum menunjukkan tanda-tanda sertifikasi pipa, dan pada Selasa (5/6) bahwa proyek itu harus menunjukkan tidak akan melanggar aturan persaingan dengan membatasi pemasok yang menggunakannya. Jerman mengancam akan memberikan denda jika perusahaan mulai memompa gas Rusia ke negara itu tanpa mendapatkan persetujuan yang diperlukan.
Baca Juga: Tak Punya Rekening Bank Himbara, Begini Cara Dapat Subsidi Gaji Rp1 Juta
Mike Fulwood, peneliti senior di Institut Oxford untuk Studi Energi, setuju bahwa setiap keputusan untuk memasok lebih banyak gas ke Eropa oleh Rusia adalah "politis" dan terkait dengan sertifikasi pipa.
"Pada dasarnya, (situasi untuk Rusia adalah) jika Anda menyetujui Nord Stream 2, kami akan mendapatkan beberapa gas untuk mengirimkan Nord Stream 2 untuk menunjukkan bahwa kami setia pada kata-kata kami," katanya kepada CNBC.
Bilal Hafeez, CEO dan kepala penelitian di Macro Hive, mengatakan kepada "Street Signs" CNBC pada Kamis (7/10) bahwa dia juga percaya Rusia menggunakan situasi ini untuk keuntungannya.
"Saya pikir Rusia telah menggunakan krisis energi ini untuk mengambil keuntungan dari situasi di sini dan untuk mencoba memaksa percepatan dalam penggunaan pipa dan dalam beberapa hal ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa mereka mungkin menahan pasokan melalui pipa melalui Ukraina, agar Jerman dan UE mempercepat penggunaan pipa Nord Stream 2," ujarnya.
Regulator energi Jerman belum menunjukkan tanda-tanda sertifikasi pipa, dan pada Selasa (5/6) bahwa proyek itu harus menunjukkan tidak akan melanggar aturan persaingan dengan membatasi pemasok yang menggunakannya. Jerman mengancam akan memberikan denda jika perusahaan mulai memompa gas Rusia ke negara itu tanpa mendapatkan persetujuan yang diperlukan.
Baca Juga: Tak Punya Rekening Bank Himbara, Begini Cara Dapat Subsidi Gaji Rp1 Juta
Mike Fulwood, peneliti senior di Institut Oxford untuk Studi Energi, setuju bahwa setiap keputusan untuk memasok lebih banyak gas ke Eropa oleh Rusia adalah "politis" dan terkait dengan sertifikasi pipa.
"Pada dasarnya, (situasi untuk Rusia adalah) jika Anda menyetujui Nord Stream 2, kami akan mendapatkan beberapa gas untuk mengirimkan Nord Stream 2 untuk menunjukkan bahwa kami setia pada kata-kata kami," katanya kepada CNBC.
Bilal Hafeez, CEO dan kepala penelitian di Macro Hive, mengatakan kepada "Street Signs" CNBC pada Kamis (7/10) bahwa dia juga percaya Rusia menggunakan situasi ini untuk keuntungannya.
"Saya pikir Rusia telah menggunakan krisis energi ini untuk mengambil keuntungan dari situasi di sini dan untuk mencoba memaksa percepatan dalam penggunaan pipa dan dalam beberapa hal ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa mereka mungkin menahan pasokan melalui pipa melalui Ukraina, agar Jerman dan UE mempercepat penggunaan pipa Nord Stream 2," ujarnya.
(fai)
Lihat Juga :