alexametrics

SOS Industri Baja: Permintaan Anjlok 50%, Modal Kerja Makin Tipis

loading...
SOS Industri Baja: Permintaan Anjlok 50%, Modal Kerja Makin Tipis
Terimbas wabah corona, industri baja nasional, termasuk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengalami penurunan permintaan secara tajam yang akan berdampak pada kelangsungan perusahaan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berhasil mencatatkan kinerja positif pada triwulan I tahun 2020. Namun, BUMN baja ini belum aman, karena sejak bulan April lalu kondisi perekonomian nasional mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19 yang menyebabkan industri baja mengalami penurunan permintaan hingga 50%.

Kondisi lesunya perekonomian diperkirakan akan terus berlanjut sampai akhir 2020. Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, menurunnya permintaan pasar mengakibatkan rendahnya utilisasi industri.

Hal ini, tegas dia, berdampak kepada tergerusnya modal kerja karena harus menanggung beban selama 3 bulan terakhir. Dengan keterbatasan modal kerja, menyebabkan sulitnya pelaku industri dalam membeli bahan baku dan membiayai operasional pabrik.



(Baca Juga: Akhirnya, Setelah 8 Tahun Krakatau Steel Berhasil Cetak Laba)

"Jika kondisi ini terus berlarut-larut dan kita tidak melakukan langkah-langkah antisipasi, besar kemungkinan industri hilir dan industri pengguna baja akan menutup pabriknya secara permanen. Keadaan ini sangat berisiko bagi perekonomian nasional karena untuk menghidupkan kembali sektor industri memerlukan waktu dan biaya yang besar dan effort yang tidak sedikit," kata Silmy Karim, dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2020).

Ia menjelaskan, bahwa industri baja merupakan "Mother of Industry" yang memiliki multiplier effect yang sangat besar khususnya dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan, pengurangan ketergantungan terhadap impor, dan peningkatan daya saing industri nasional.

Industri hilir yang terdampak diantaranya industri konstruksi, baja lapis (BjLS), baja lapis alumunium seng (BjLAS) dan baja lapis timah, sedangkan industri pengguna baja seperti minyak dan gas, otomotif, elektronik, pertanian, fabrikator, industri makanan minuman dan perkakas.

Krakatau Steel sebagai BUMN dengan dukungan Pemerintah berinisiatif untuk menggerakkan kembali industri hilir dan industri pengguna baja agar tetap beroperasi. Dengan inisiatif tersebut diharapkan rantai pasok industri hulu, antara, sampai hilir dapat segera normal kembali, yang pada akhirnya akan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

(Baca Juga: Suntik 12 BUMN Rp104,38 Triliun, Sri Mulyani Minta BPKP hingga KPK Awasi)

Dalam rangka persiapan untuk merealisasikan rencana tersebut, Krakatau Steel telah menyiapkan langkah-langkah aksi yang diharapkan dapat langsung menggerakkan industri hilir dan industri pengguna baja.

"Mekanisme pemberian dana talangan masih dibicarakan di tingkat Pemerintah, kami berharap mendapatkan mekanisme yang terbaik untuk dapat segera mendukung pemulihan ekonomi nasional," tutup Silmy.
(fai)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top