Dukungan Jokowi Nyata, Erick Thohir Jangan Ragu Bubarkan BUMN Sakit

Selasa, 19 Oktober 2021 - 21:09 WIB
Dukungan Jokowi Nyata, Erick Thohir Jangan Ragu Bubarkan BUMN Sakit
Menteri Erick Thohir diminta tidak ragu dalam mengelola perusahaan pelat merah. Pasalnya Presiden Jokowi mendukung langkah Kementerian BUMN yang melakukan penggabungan, konsolidasi dan reorganisasi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir diminta tidak ragu dalam mengelola perusahaan pelat merah. Pasalnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung langkah Kementerian BUMN yang melakukan penggabungan, konsolidasi dan reorganisasi.

Baca Juga: Ada Ulah BUMN yang Bikin Jokowi Malu dan Jengkel

Seperti misalnya memangkas jumlah BUMN yang awalnya 108 kini hanya 41. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Nasdem Nyat Kadir.

"Jadi dukungan dari Jokowi untuk langkah-langkah Kementrian BUMN, benar-benar riil kami lihat dan sangat bagus supaya Menteri BUMN tidak ragu-ragu lagi karena sudah didukung Jokowi," ujarnya, Selasa (19/10/2021).



Dia pun menilai dukungan Presiden Jokowi kepada Kementerian BUMN tersebut sangat nyata. "Saya cukup surprise bahwa Jokowi mendukung setiap langkah yang dilakukan oleh Kementerian BUMN. Apa yang disampaikan oleh Jokowi pada saat pertemuan dengan Direksi BUMN di Labuan Bajo adalah dukungan riil," tuturnya.

Baca Juga: Sejumlah Pembangunan Rampung, Jokowi Bilang Kemajuan Sudah Terwujud di Papua

Dia mengungkapkan apa yang disampaikan Presiden Jokowi di depan Dirut BUMN di Labuan Bajo pada Kamis pekan lalu sudah dibahas di Komisi VI DPR RI dalam rapat-rapat dengan Kementerian BUMN. Di antaranya mengenai pembubaran BUMN yang sakit.

"Sudah menjadi langkah strategis yang kami rumuskan pada saat RDP-RDP, demikian juga soal PMN (Penyertaan Modal Negara) pemanfaatannya sudah tidak bisa lagi main-main. Sebelumnya, BUMN BUMN yang tidak strategis juga bisa dapat PMN. Kami sudah bahas di Komisi VI bersama Kementerian BUMN , hanya boleh untuk penugasan, aksi korporasi dan restrukturisasi. Di luar itu tidak boleh," katanya.
(akr)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2839 seconds (11.210#12.26)