Pupuk Kaltim Garap Bisnis Produksi Suku Cadang hingga Pemeliharaan Pabrik
Senin, 25 Oktober 2021 - 21:48 WIB
loading...
Ekspansi bisnis Pupuk Kaltim guna memanfaatkan kapasitas perusahaan yang dimiliki perusahaan. FOTO/dok.Pupuk Kaltim
A
A
A
JAKARTA - Pupuk Kaltim siap menggarap peluang bisnis produksi suku cadang lintas industri hingga jasa pemeliharaan pabrik. Ekspansi bisnis tersebut guna memanfaatkan kapasitas perusahaan yang dimiliki perusahaan.
Berdasarkan laporan perusahaan, saat ini Pupuk Kaltim memiliki 5 unit pabrik urea kapasitas 3,4 juta ton per tahun, 5 unit pabrik amoniak kapasitas 2,78 juta ton per tahun dan pabrik NPK kapasitas 350 ribu ton per tahun.
"Kami memiliki Jasa Pelayanan Pabrik (JPP) dengan potensi bisnis yang bisa dikembangkan perusahaan. Sebab itu, kami mencanangkan JPP sebagai strategi bisnis unit dan mengkomersilkan layanan kepada industri dan perusahaan lain yang membutuhkan," kata Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kaltim Hanggara Patrianta melalui pernyataan resmi yang dikutip SINDOnews, Senin (24/10/2021).
Baca Juga: Kontribusi Ekspor Meningkat, Pupuk Kaltim Raih Penghargaan Primaniyarta 2021
Menurut dia keberadaan JPP tersebut sebagai strategi bisnis unit guna mencukupi kebutuhan perawatan pabrik secara internal. Apalagi, sebagai produsen pupuk, memiliki pabrik dengan tingkat kompleksitas operasional yang tinggi yang tentunya membutuhkan tenaga ahli dan tim khusus yang berpengalaman, mulai dari mengoperasikan pabrik hingga melakukan pemeliharaan.
Berdasarkan laporan perusahaan, saat ini Pupuk Kaltim memiliki 5 unit pabrik urea kapasitas 3,4 juta ton per tahun, 5 unit pabrik amoniak kapasitas 2,78 juta ton per tahun dan pabrik NPK kapasitas 350 ribu ton per tahun.
"Kami memiliki Jasa Pelayanan Pabrik (JPP) dengan potensi bisnis yang bisa dikembangkan perusahaan. Sebab itu, kami mencanangkan JPP sebagai strategi bisnis unit dan mengkomersilkan layanan kepada industri dan perusahaan lain yang membutuhkan," kata Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kaltim Hanggara Patrianta melalui pernyataan resmi yang dikutip SINDOnews, Senin (24/10/2021).
Baca Juga: Kontribusi Ekspor Meningkat, Pupuk Kaltim Raih Penghargaan Primaniyarta 2021
Menurut dia keberadaan JPP tersebut sebagai strategi bisnis unit guna mencukupi kebutuhan perawatan pabrik secara internal. Apalagi, sebagai produsen pupuk, memiliki pabrik dengan tingkat kompleksitas operasional yang tinggi yang tentunya membutuhkan tenaga ahli dan tim khusus yang berpengalaman, mulai dari mengoperasikan pabrik hingga melakukan pemeliharaan.
Lihat Juga :