China Butuh Batu Bara Buat Cegah Krisis Listrik, Baikan dengan Australia?

Rabu, 27 Oktober 2021 - 21:32 WIB
China Butuh Batu Bara Buat Cegah Krisis Listrik, Baikan dengan Australia?
Saat China membutuhkan batu bara lebih banyak, untuk mencegah krisis listrik. Mungkinkah China bakal baikan dengan Australia?. Foto/Dok
A A A
BEIJING - Saat China membutuhkan batu bara lebih banyak, untuk mencegah krisis listrik . Mungkinkah China bakal baikan dengan Australia ? mengingat Aussie memiliki pasokan batu bara melimpah yang dibutuhken ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Namun belakangan hubungan kedua negara memanas, bahkan China melarang impor batu bara dari Australia. Namun analis seperti dilansir CNBC, memperkirakan Beijing bakal mencabut larang itu dalam waktu dekat demi mencegah krisis listrik terburuk dalam beberapa tahun terakhir tidak berkepanjangan.

Baca Juga: Krisis Listrik China Bikin Bisnis Asing Kabur ke Negara Lain

Sebelumnya laporan media belum lama ini melaporkan, bahwa China membuka ruang buat sejumlah kecil batu bara Australia yang terjebak di Pelabuhan China selama berbulan-bulan karena larangan tersebut.



"Laporan bahwa sejumlah kecil batu bara Australia diizinkan untuk melalui bea cukai di China telah meningkatkan spekulasi bahwa pihak berwenang China akan berupaya melonggarkan larangan impor batu bara Australia," ujar Vivek Dhar, selaku analis komoditas pertambangan dan energi di Commonwealth Bank of Australia kepada CNBC.

"Saya kira pihak berwenang China akan melonggarkan larangan terhadap batu bara Australia musim dingin ini," katanya.

Seperti diketahui akhir tahun lalu, China berhenti membeli batu bara Australia. Hal ini terjadi ketika ketegangan perdagangan antara kedua negara melonjak setelah Canberra mendukung seruan untuk penyelidikan internasional terhadap penanganan Beijing terhadap wabah Covid-19.

Sebelum itu terjadi, Australia merupakan pemasok batu bara utama ke China - pada 2019, sekitar 38% impor batu bara termal China berasal dari Australia.

Krisis Energi di China
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1718 seconds (10.101#12.26)