Program Hilirisasi Mineral Didukung Berikan Efek Berganda
Kamis, 04 Juni 2020 - 14:27 WIB
loading...
Program hilirisasi mineral diharapkan memberikan efek berganda bagi masyarakat, seperti percepatan pembangunan smelter di kawasan Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Konawe. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Program hilirisasi mineral diharapkan memberikan efek berganda bagi masyarakat, seperti percepatan pembangunan smelter di kawasan Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Konawe, Sulawesi Tenggara. Seperti disampaikan Juru Bicara Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi bahwa kedatangan 500 TKA bertujuan untuk pembangunan smelter.
Guru Besar Teknik Metalurgi ITB, Prof. Zaki Mubarok menerangkan pada prinsipnya tujuan dari hilirisasi mineral ini adalah bagaimana mengubah keunggulan komparatif Indonesia dengan ketersediaan berbagai sumber daya mineral menjadi keunggulan kompetitif dengan tersedianya bahan baku untuk ketangguhan industri hilir di dalam negeri.
Menurutnya, di sektor hulu peningkatan nilai tambah mineral yang ditambang dilakukan dengan kegiatan pengolahan dan pemurnian. Program hilirisasi mineral ini diharapkan dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia.
"Pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya bagi masyarakat di daerah, pendapatan negara dalam bentuk pajak, dan memberikan multiplier effect (efek berganda) pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan industri tersebut," terangnya.
Pemerintah sediri sudah melarang ekspor bijih nikel per 1 Januari 2020, sebagai upaya untuk mendorong pengolahan dan pemurnian bijih nikel di dalam negeri. Sejak 2014 hingga kini sudah lebih dari 12 smelter nikel baru yang memproses bijih nikel laterit menjadi ferronickel dan nickel pig iron di Morowali, Konawe, dan Pulau Obi.
Guru Besar Teknik Metalurgi ITB, Prof. Zaki Mubarok menerangkan pada prinsipnya tujuan dari hilirisasi mineral ini adalah bagaimana mengubah keunggulan komparatif Indonesia dengan ketersediaan berbagai sumber daya mineral menjadi keunggulan kompetitif dengan tersedianya bahan baku untuk ketangguhan industri hilir di dalam negeri.
Menurutnya, di sektor hulu peningkatan nilai tambah mineral yang ditambang dilakukan dengan kegiatan pengolahan dan pemurnian. Program hilirisasi mineral ini diharapkan dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia.
"Pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya bagi masyarakat di daerah, pendapatan negara dalam bentuk pajak, dan memberikan multiplier effect (efek berganda) pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan industri tersebut," terangnya.
Pemerintah sediri sudah melarang ekspor bijih nikel per 1 Januari 2020, sebagai upaya untuk mendorong pengolahan dan pemurnian bijih nikel di dalam negeri. Sejak 2014 hingga kini sudah lebih dari 12 smelter nikel baru yang memproses bijih nikel laterit menjadi ferronickel dan nickel pig iron di Morowali, Konawe, dan Pulau Obi.
Lihat Juga :