3 Komponen yang Bikin Tarif Tes PCR di Indonesia Mahal
Jum'at, 05 November 2021 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
"Indonesia masih mengimpor dari beberapa negara seperti China, India. Tapi, Korea Selatan paling banyak," kata jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, dikutip Jumat (5/11/2021).
Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Minta Kemenkes Transparan Soal Harga Tes PCR
2. Harga Tes Termasuk Operasional
Harga tes PCR tidak hanya terkait komponen alatnya saja melainkan ada biaya lain yang dimasukan dalam melakukan tes tersebut. Diantaranya, biaya alat pelindungi diri (APD), biaya dokter, perawat, administrasi dan sebagainya.
“Jadi kalau harganya 300.000, reagen dan swab sticknya hanya 40-50 persen dari harga test. Sisanya tarif tes PCR yang dibayar masyarakat bukan hanya alat melainkan termasuk biaya alat pelindungi diri (APD) dari perawat atau petugas laboratorium yang mengambil sampel, biaya swab stick, biaya jasa dokter, dan sebagainya," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Randy Teguh kepada MPI, dikutip Jumat (5/11/2021).
Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Minta Kemenkes Transparan Soal Harga Tes PCR
2. Harga Tes Termasuk Operasional
Harga tes PCR tidak hanya terkait komponen alatnya saja melainkan ada biaya lain yang dimasukan dalam melakukan tes tersebut. Diantaranya, biaya alat pelindungi diri (APD), biaya dokter, perawat, administrasi dan sebagainya.
“Jadi kalau harganya 300.000, reagen dan swab sticknya hanya 40-50 persen dari harga test. Sisanya tarif tes PCR yang dibayar masyarakat bukan hanya alat melainkan termasuk biaya alat pelindungi diri (APD) dari perawat atau petugas laboratorium yang mengambil sampel, biaya swab stick, biaya jasa dokter, dan sebagainya," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Randy Teguh kepada MPI, dikutip Jumat (5/11/2021).
Lihat Juga :