Kemendag Ungkap Biang Keladi Melonjaknya Harga Minyak Goreng
Jum'at, 05 November 2021 - 20:31 WIB
loading...
Tingginya harga CPO internasional jadi salah satu penyebab kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan mengatakan, Kementerian Perdagangan terus berupaya menjaga pasokan dan harga minyak goreng di dalam negeri. Upaya itu dilakukan dengan dengan meminta asosiasi dan produsen minyak goreng untuk tetap memproduksi minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan.
Baca juga: Gara-gara Minyak Goreng Inflasi November Bisa Tembus 0,16 Persen
“Kami juga terus memantau pendistribusiannya dengan menggandeng asosiasi ritel modern agar minyak goreng kemasan sederhana mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Oke di Jakarta, Jumat (5/11/2021).
Oke mengatakan, kenaikan harga minyak goreng yang terjadi saat ini lebih dikarenakan harga internasional yang naik cukup tajam. Sebab, pasokan minyak goreng di masyarakat saat ini aman.
Kebutuhan minyak goreng nasional sebesar 5,06 juta ton per tahun, sedangkan produksinya bisa mencapai 8,02 juta ton. Namun, yang perlu dicatat adalah bahwa produsen CPO belum tentu merupakan produsen minyak goreng.
“Meskipun Indonesia adalah produsen crude palm oil (CPO) terbesar, namun kondisi di lapangan menunjukkan sebagian besar produsen minyak goreng tidak terintegrasi dengan produsen CPO," katanya.
Baca juga: Gara-gara Minyak Goreng Inflasi November Bisa Tembus 0,16 Persen
“Kami juga terus memantau pendistribusiannya dengan menggandeng asosiasi ritel modern agar minyak goreng kemasan sederhana mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Oke di Jakarta, Jumat (5/11/2021).
Oke mengatakan, kenaikan harga minyak goreng yang terjadi saat ini lebih dikarenakan harga internasional yang naik cukup tajam. Sebab, pasokan minyak goreng di masyarakat saat ini aman.
Kebutuhan minyak goreng nasional sebesar 5,06 juta ton per tahun, sedangkan produksinya bisa mencapai 8,02 juta ton. Namun, yang perlu dicatat adalah bahwa produsen CPO belum tentu merupakan produsen minyak goreng.
“Meskipun Indonesia adalah produsen crude palm oil (CPO) terbesar, namun kondisi di lapangan menunjukkan sebagian besar produsen minyak goreng tidak terintegrasi dengan produsen CPO," katanya.
Lihat Juga :