Saham Pemerintah Berkurang, Garuda Bisa Jatuh ke Tangan Asing
Sabtu, 13 November 2021 - 08:15 WIB
loading...
Opsi pengurangan saham pemerintah di Garuda dikhawatirkan serikat pekerja. Foto/SINDONews
A
A
A
JAKARTA - Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) menyoroti opsi pengurangan saham pemerintah (dilusi) di PT Garuda Indonesia Tbk. Opsi tersebut sebelumnya disampaikan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI.
Baca juga: Dapat Diskon Harga Sewa Pesawat Rp2,8 Triliun, Garuda Tetap Tak Mampu Bayar
Jika saham pemerintah berkurang, Ketua Sekarga Tomy Tampatty mengkhawatirkan Garuda bernasib sama dengan Indosat. Pasalnya, dominasi kepemilikan saham berada di tangan pihak asing.
"Garuda Indonesia bisa jadi seperti Indosat ke-2 yang lepas ke tangan asing, kejadian Indosat menjadi catatan terburuk rakyat Indonesia," ungkap Tomy, Sabtu (13/11/2021).
Saat ini, opsi dilusi baru bersifat opsional. Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas baru meminta dukungan Komisi VI DPR, manakala opsi tersebut memungkinkan untuk dilakukan.
Baca juga: Dapat Diskon Harga Sewa Pesawat Rp2,8 Triliun, Garuda Tetap Tak Mampu Bayar
Jika saham pemerintah berkurang, Ketua Sekarga Tomy Tampatty mengkhawatirkan Garuda bernasib sama dengan Indosat. Pasalnya, dominasi kepemilikan saham berada di tangan pihak asing.
"Garuda Indonesia bisa jadi seperti Indosat ke-2 yang lepas ke tangan asing, kejadian Indosat menjadi catatan terburuk rakyat Indonesia," ungkap Tomy, Sabtu (13/11/2021).
Saat ini, opsi dilusi baru bersifat opsional. Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas baru meminta dukungan Komisi VI DPR, manakala opsi tersebut memungkinkan untuk dilakukan.
Lihat Juga :