RSM Indonesia: Untuk Pulih dari Krisis, Butuh Strategi Bisnis yang Terstruktur

Jum'at, 05 Juni 2020 - 19:54 WIB
loading...
RSM Indonesia: Untuk...
Untuk pulih dari krisis akibat pandemi Covid-19 ini, organisasi bisnis disebut perlu berpikir strategis, terstruktur dan matang. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Krisis yang terjadi akibat pandemi Covid-19 saat ini disebut sangat berbeda dengan krisis ekonomi yang terjadi di tahun 1997-1998. Hal ini ditunjukkan dengan terdampaknya semua sektor bisnis dan menimbulkan tantangan bisnis yang luar biasa.

"Ada sektor tertentu yang dampaknya sangat besar dan mendalam, dan ada juga sektor-sektor tertentu yang menikmati financial benefit karena meningkatnya permintaan akan kebutuhan-kebutuhan tertentu. Tapi mostly, sektor-sektor lainnya mengalami kesulitan, apalagi sektor health and humanitarian services," ujar International Contact Partner RSM Indonesia Angela Simatupang dalam video conference Dreya Forum bertajuk "Strategi Menghadapi New Normal Baru" di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

(Baca Juga: Sri Mulyani: Dampak Corona ke Ekonomi Lebih Kompleks Dibanding Krisis 1998)

Dia mengatakan, ada banyak masalah yang kemudian membebani sektor-sektor usaha. Misalnya, kolapsnya permintaan konsumen, perubahan regulasi yang signifikan, interupsi pada rantai pasok, pengangguran, sehingga resesi ekonomi yang diambang pintu.

"Customer demand-nya collapse, itu sudah seperti rantai lingkaran setan. Kuncinya adalah menjaga cash flow, karena cash is king. Kemudian me-maintain likuiditas, karena kita sekarang punya krisis likuiditas," ungkap Angela.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Perundingan AS dan Iran...
Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang
Rekomendasi
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved