Ini Strategi Kementerian ESDM Penuhi Net Zero Emission di 2060
Selasa, 16 November 2021 - 17:25 WIB
loading...
Kementerian ESDM menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai target net zero emission pada 2060. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) telah menyiapkan peta jalan dalam pemenuhan net zero emission di 2060. Pemerintah antara lain berencana meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan ( EBT ), termasuk bahan bakar nabati.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, pengurangan emisi dari sektor energi dilakukan dengan pengembangan kendaraan listrik, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), meningkatkan pemanfaatan EBT termasuk biofuel, serta pengembangan industri berbasis energi bersih.
Baca Juga: Menteri LHK Siap Laksanakan Instruksi Presiden Terkait Net-Zero Emission
Langkah selanjutnya, pengurangan energi fosil melalui penerapan pajak karbon, perdagangan karbon, sistem co-firing PLTU, dan memensiunkan (retirement) PLTU.
"Kami juga sudah menghitung bagaimana kita melakukan retirement PLTU secara normal. Artinya, tidak ada perpanjangan dari sisi kontrak karena kita membangun itu sudah ada kontraknya," ujarnya dalam Webinar E2S: "Kilang dalam Transisi Energi", Selasa (16/11/2021).
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, pengurangan emisi dari sektor energi dilakukan dengan pengembangan kendaraan listrik, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), meningkatkan pemanfaatan EBT termasuk biofuel, serta pengembangan industri berbasis energi bersih.
Baca Juga: Menteri LHK Siap Laksanakan Instruksi Presiden Terkait Net-Zero Emission
Langkah selanjutnya, pengurangan energi fosil melalui penerapan pajak karbon, perdagangan karbon, sistem co-firing PLTU, dan memensiunkan (retirement) PLTU.
"Kami juga sudah menghitung bagaimana kita melakukan retirement PLTU secara normal. Artinya, tidak ada perpanjangan dari sisi kontrak karena kita membangun itu sudah ada kontraknya," ujarnya dalam Webinar E2S: "Kilang dalam Transisi Energi", Selasa (16/11/2021).
Lihat Juga :