Dana Pemulihan Ekonomi Nasional Rp677 Triliun Dinilai Belum Cukup

Sabtu, 06 Juni 2020 - 00:35 WIB
loading...
Dana Pemulihan Ekonomi...
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai dana pemulihan ekonomi nasional yang disiapkan pemerintah sebesar Rp677,2 triliun hingga akhir 2020 dinilai belum bisa membantu banyak. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai dana pemulihan ekonomi nasional yang disiapkan pemerintah sebesar Rp677,2 triliun hingga akhir 2020 dinilai belum bisa membantu banyak. Anggaran PEN kali ini lebih besar dibandingkan yang tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020, yaitu sekitar Rp 641,17 triliun.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani menyayangkan, stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terkesan setengah hati atau tidak proporsional. "Buat BUMN Rp52 triliun sendiri, ini kita sangat prihatin," ujar Hariyadi di Jakarta, Jumat (5/6/2020)

Dia merinci dari total anggaran stimulus PEN sebesar ratusan triliun, pemerintah mengalokasikan sebesar Rp172,1 triliun untuk bantuan sosial, dan alokasi terbesar kedua adalah untuk perusahaan BUMN yakni sekitar Rp152 triliun.

"Stimulus tersebut terdiri subsidi bunga kredit sebesar Rp34,15 triliun, penempatan dana pemerintah untuk menjamin kredit UMKM sebesar Rp87,59 triliun, penjaminan untuk modal kerja UMKM sebesar Rp1 triliun, dan imbal jasa penjaminan sebesar Rp5 triliun," katanya

Kendati demikian, anggaran untuk membantu kelangsungan hidup usaha dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masih sangat kecil. "Belum kelihatan tepat dana pemulihannya," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Berantakan Sentuh...
Rupiah Berantakan Sentuh Rp17.500, Pengusaha Cemaskan Kelangsungan Bisnis
Pengusaha Diminta Tak...
Pengusaha Diminta Tak Usah Was-was Soal Pemeriksaan WP Tax Amnesty Jilid II
Separuh Pengusaha RI...
Separuh Pengusaha RI Setop Ekspansi 5 Tahun ke Depan, Lapangan Kerja Terancam Lesu
Kondisi Ketenagakerjaan...
Kondisi Ketenagakerjaan RI Lampu Kuning, 1,5 Juta Calon Pekerja Tak Terserap Setiap Tahun
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara Soal WFH Seminggu Sekali, Awas! Ganggu Operasional Usaha
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
Syaiful Huda Ajak Masyarakat...
Syaiful Huda Ajak Masyarakat Sipil Kawal Percepatan Pembahasan RUU Pekerja GIG
Presiden Prabowo Ingatkan...
Presiden Prabowo Ingatkan Pengusaha Harus Beri Manfaat Nyata bagi Rakyat
Prabowo Bertemu Pengusaha...
Prabowo Bertemu Pengusaha di Hambalang, Ajak Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Rekomendasi
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Demo Mahasiswa, Polisi...
Demo Mahasiswa, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas hingga Kerahkan Ribuan Pasukan
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Infografis
Kaesang Belum Cukup...
Kaesang Belum Cukup Umur Maju Pilgub Jakarta, Akankah UU Direvisi?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved