Super Ketat!, Pegawai BPKP Wajib Swab Sebelum Masuk Kantor

Sabtu, 20 November 2021 - 10:56 WIB
loading...
Super Ketat!, Pegawai...
Juru Bicara BPKP Eri Satriana menerangkan, meskipun sudah terjadi pelonggaran di berbagai lini, namun protokol kesehatan tetap wajib dilaksanakan dengan mewajibkan pegawai untuk melakukan swab antigen. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Badan Pengawasan dan Pembangunan (BPKP ) mewajibkan pegawai untuk melakukan swab antigen satu minggu sekali sebelum masuk kantor di bilik Swab Antigen yang telah disiapkan.

Juru Bicara BPKP Eri Satriana menerangkan, meskipun sudah terjadi pelonggaran di berbagai lini, namun protokol kesehatan tetap wajib dilaksanakan. Hal ini menurutnya sebagai upaya mencegah terjadinya kenaikan kasus terutama di lingkungan BPKP.

"Salah satu deteksi dini yang terus digencarkan BPKP dalam mencegah penyebaran Covid 19 salah satunya dengan mewajibkan pegawai pada hari Senin untuk melakukan tes usap sebelum masuk kantor," ujarnya dalam keterangan pers.

Baca Juga: Temuan Investigasi BPKP Jadi Penyebab Turunnya Harga Tes PCR

Eri menjelaskan, kewajiban untuk melakukan tes usap antigen juga berlaku kepada pegawai yang melakukan perjalanan dinas ke luar kota, baik itu sebelum maupun sesudah kembali. Hal tersebut kata Eri, untuk mencegah terjadinya penularan dari luar daerah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waskita Karya Tingkatkan...
Waskita Karya Tingkatkan Akuntabilitas Melalui Penilaian BPKP
Askrindo dan BPKP Kolaborasi...
Askrindo dan BPKP Kolaborasi Perkuat Komitmen Anti Fraud
Komitmen Perkuat Tata...
Komitmen Perkuat Tata Kelola, Waskita Karya Gandeng PPATK dan BPKP
BPKP Jadi Tumpuan, Luhut:...
BPKP Jadi Tumpuan, Luhut: Sampai Hari Ini Saya Tak Pernah Gagal Menyelesaikan Masalah
Cegah Main Mata, BPKP...
Cegah Main Mata, BPKP Akan Pelototi Proses Rekrutmen ASN
Kemenko Perekonomian...
Kemenko Perekonomian Koreksi Jumlah Proyek Strategis yang Berpotensi Tak Rampung
Prabowo Cerita Kepala...
Prabowo Cerita Kepala BPKP Gemetar Lapor Orang Terdekat Presiden Menyeleweng
Kasus Chromebook, Nadiem...
Kasus Chromebook, Nadiem Sebut Audit Kerugian Negara Hasil Rekayasa
Auditor BPKP Ungkap...
Auditor BPKP Ungkap Kerugian Negara Rp1,5 Triliun dari Pengadaan Chromebook, Berikut Rincian per Tahunnya
Rekomendasi
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved