CEO Asal India Kuasai Silicon Valley, Kok Bisa?
Jum'at, 10 Desember 2021 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
CEO kelahiran India disebut telah merintis karir mereka hingga posisi atas. Diyakini itu sebabnya mereka punya rasa kerendahan hati yang membedakan mereka dari banyak pendiri-CEO yang telah dituduh sombong dalam visi dan manajemen mereka.
"Masyarakat India yang beragam, dengan begitu banyak kebiasaan dan bahasa, memberi mereka (manajer kelahiran India) kemampuan untuk menavigasi situasi yang kompleks, terutama ketika ada di organisasi," kata pengusaha miliarder India-Amerika dan kapitalis ventura Vinod Khosla, yang ikut mendirikan Sun Microsystems.
"Ini ditambah etika 'kerja keras' yang membuat mereka baik-baik saja di dunia kerja AS," tambahnya.
Ada alasan yang lebih jelas juga. Fakta bahwa begitu banyak orang India dapat berbicara bahasa Inggris sehingga membuatnya lebih mudah bagi mereka untuk berintegrasi ke dalam industri teknologi AS yang beragam.
Baca Juga: Perusahaan Asal India Resmi Kelola Bandara Kualanamu hingga 25 Tahun
Dan penekanan pendidikan India pada matematika dan sains telah menciptakan industri perangkat lunak yang berkembang, melatih lulusan dengan keterampilan yang tepat, yang selanjutnya ditopang di sekolah teknik atau manajemen top di AS.
Backlog besar dalam aplikasi untuk kartu hijau AS, dan meningkatnya peluang di pasar India tentu saja meredupkan daya tarik karir di luar negeri. "Impian Amerika digantikan dengan mimpi start-up yang berbasis di India," kata Rai.
Munculnya unicorn India baru-baru ini -perusahaan senilai lebih dari USD1 miliar- menunjukkan bahwa negara itu mulai memproduksi perusahaan teknologi besar, kata para ahli. Tapi mereka menambahkan, masih terlalu dini untuk mengatakan dampak global apa yang akan mereka miliki.
"Masyarakat India yang beragam, dengan begitu banyak kebiasaan dan bahasa, memberi mereka (manajer kelahiran India) kemampuan untuk menavigasi situasi yang kompleks, terutama ketika ada di organisasi," kata pengusaha miliarder India-Amerika dan kapitalis ventura Vinod Khosla, yang ikut mendirikan Sun Microsystems.
"Ini ditambah etika 'kerja keras' yang membuat mereka baik-baik saja di dunia kerja AS," tambahnya.
Ada alasan yang lebih jelas juga. Fakta bahwa begitu banyak orang India dapat berbicara bahasa Inggris sehingga membuatnya lebih mudah bagi mereka untuk berintegrasi ke dalam industri teknologi AS yang beragam.
Baca Juga: Perusahaan Asal India Resmi Kelola Bandara Kualanamu hingga 25 Tahun
Dan penekanan pendidikan India pada matematika dan sains telah menciptakan industri perangkat lunak yang berkembang, melatih lulusan dengan keterampilan yang tepat, yang selanjutnya ditopang di sekolah teknik atau manajemen top di AS.
Backlog besar dalam aplikasi untuk kartu hijau AS, dan meningkatnya peluang di pasar India tentu saja meredupkan daya tarik karir di luar negeri. "Impian Amerika digantikan dengan mimpi start-up yang berbasis di India," kata Rai.
Munculnya unicorn India baru-baru ini -perusahaan senilai lebih dari USD1 miliar- menunjukkan bahwa negara itu mulai memproduksi perusahaan teknologi besar, kata para ahli. Tapi mereka menambahkan, masih terlalu dini untuk mengatakan dampak global apa yang akan mereka miliki.
(akr)
Lihat Juga :