78 Persen Bahan Baku Masih Impor, Industri Pengolahan Susu Rentan Terganggu

Jum'at, 10 Desember 2021 - 21:45 WIB
loading...
78 Persen Bahan Baku...
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (dua kanan). Foto/MPI/Advenia Elisabeth
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri pengolahan susu di Indonesia masih menghadapi tantangan terkait bahan baku yang masih ketergantungan dari impor.

"Industri pengolahan susu merupakan salah satu industri prioritas. Kontribusinya terhadap ekonomi nasional sangat tinggi. Tapi kita punya tantangan, yaitu pemenuhan bahan baku. Bahan baku kita masih banyak impor," kata Menperin kepada awak media di pabrik es krim PT Yili Indonesia Dairy, Bekasi, Jumat (10/12/2021).

Dia menerangkan bahwa pemenuhan bahan baku susu di Indonesia baru sekitar 22% yang di pasok dari dalam negeri, sementara 78%-nya impor. "Permintaan bahan baku susu juga terus naik. Demikian juga dengan bahan baku penolong buah masih impor," ungkapnya.

Baca juga: Menperin Usul Diskon Pajak Kendaraan Diperpanjang dan Diterapkan Permanen

Dengan ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku susu impor yang masih tinggi, Menperin bilang ini akan menyebabkan posisi industri rentan terhadap disrupsi. Maka itu, Kemenperin terus berupaya untuk menciptakan industri yang mandiri dan handal agar mampu menghadapi persaingan.

"Kami dari Kemenperin berharap, manajemen Yili Indonesia Dairy dapat melakukan kemitraan dengan peternak sapi perah serta petani buah. Karena selain lebih efisien, ini juga bisa meningkatkan kesejahteraan para peternak sapi dan petani buah," katanya.

Lebih detail Agus memaparkan, saat ini tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia sebesar 16,9 kg per kapita per tahun setara susu segar, masih di bawah negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia yang mencapai 36,2, Thailand sebesar 22,2 dan Filipina sebesar 17,8 kg/kapita/tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Beban Biaya Perawatan...
Beban Biaya Perawatan Tinggi, Jumlah Pesawat Beroperasi di RI Kian Menyusut
Bea Cukai Respons Munculnya...
Bea Cukai Respons Munculnya Nama Dirjen Djaka Budi Utama dalam Dakwaan Kasus Suap Impor
Menjaga Sendi Tetap...
Menjaga Sendi Tetap Sehat agar Nyaman Bergerak di Setiap Usia
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Diskusi Alergi Susu...
Diskusi Alergi Susu Sapi pada Anak, Sarihusada Dorong Edukasi dan Skrining Dini
Rekomendasi
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved