Wapres Wanti-wanti, Bonus Demografi Bisa Berbalik Jadi Bencana
Kamis, 16 Desember 2021 - 14:18 WIB
loading...
Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengingatkan, bahwa ibarat pedang bermata dua, bonus demografi justru akan berbalik menjadi bencana demografi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan, bahwa Indonesia memiliki peluang bonus demografi dan potensi untuk masuk menjadi 10 besar negara ekonomi terbesar dunia pada 2030.
Dia mengatakan, dalam waktu satu dekade mendatang proporsi penduduk usia produktif diperkirakan mencapai puncak yaitu sekitar 70%.
“Ibarat pedang bermata dua, bonus demografi justru akan berbalik menjadi bencana demografi, bila kita tidak mampu mengelola peluang yang ada. Tidak ada pilihan, kita harus meningkatkan kompetensi dan produktivitas penduduk usia produktif agar memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” ucap Wapres Maruf Amin pada acara Pelatihan Vokasi Award Tahun 2021, Kamis (16/12/2021).
Baca Juga: Tanpa Peningkatan Kualitas SDM, Bonus Demografi Bisa Jadi Bumerang
Sambung Wapres menerangkan, Indonesia membutuhkan lebih dari 100 juta tenaga kerja terampil agar bonus demografi membawa manfaat bagi Indonesia. Meski tidak mudah, dia mengajak agar semua pihak melakukan upaya bersama
“Indonesia membutuhkan lebih dari 100 juta tenaga kerja terampil agar bonus demografi sungguh-sungguh membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Ini pekerjaan yang tidak mudah, tetapi harus terus kita upayakan bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut dia juga mengatakan, bahwa sebagaimana amanat Presiden bahwa Indonesia harus segera keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Termasuk juga bangkit dari krisis ekonomi akibat pandemi.
Dia mengatakan, dalam waktu satu dekade mendatang proporsi penduduk usia produktif diperkirakan mencapai puncak yaitu sekitar 70%.
“Ibarat pedang bermata dua, bonus demografi justru akan berbalik menjadi bencana demografi, bila kita tidak mampu mengelola peluang yang ada. Tidak ada pilihan, kita harus meningkatkan kompetensi dan produktivitas penduduk usia produktif agar memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” ucap Wapres Maruf Amin pada acara Pelatihan Vokasi Award Tahun 2021, Kamis (16/12/2021).
Baca Juga: Tanpa Peningkatan Kualitas SDM, Bonus Demografi Bisa Jadi Bumerang
Sambung Wapres menerangkan, Indonesia membutuhkan lebih dari 100 juta tenaga kerja terampil agar bonus demografi membawa manfaat bagi Indonesia. Meski tidak mudah, dia mengajak agar semua pihak melakukan upaya bersama
“Indonesia membutuhkan lebih dari 100 juta tenaga kerja terampil agar bonus demografi sungguh-sungguh membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Ini pekerjaan yang tidak mudah, tetapi harus terus kita upayakan bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut dia juga mengatakan, bahwa sebagaimana amanat Presiden bahwa Indonesia harus segera keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Termasuk juga bangkit dari krisis ekonomi akibat pandemi.
Lihat Juga :