Lapor Pak Jokowi, Ekspor Industri Manufaktur Berhasil Lampaui Target

Rabu, 29 Desember 2021 - 14:48 WIB
loading...
Lapor Pak Jokowi, Ekspor...
Lapor Pak Jokowi, Menperin melaporkan ekspor industri manufaktur terus meningkat meski di tengah himpitan pandemi. Nilai ekspor industri manufaktur pada Januari-November 2021 tercatat USD 160 miliar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekspor industri manufaktur terus meningkat meski di tengah himpitan pandemi. Nilai ekspor industri manufaktur pada Januari-November 2021 tercatat USD160 miliar yang setara Rp227,45 triliun (Kurs Rp14.216/USD) atau 76,51% dari total ekspor nasional.

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian ( Menperin ) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam jumpa pers Kinerja Sektor Industri 2021 dan Outlook 2022, Rabu (29/12/2021). Dia bilang, angka ini telah melampaui capaian ekspor manufaktur sepanjang tahun 2020 sebesar USD 131 miliar.

"Bahkan lebih tinggi dari capaian ekspor 2019 sebelum Covid masuk ke Indonesia," cetusnya.

Baca Juga: Mulai Pulih, Industri Manufaktur Berhasil Boyong 1,2 Juta Tenaga Kerja Baru

Lanjut dia menturkan, jika dibandingkan dengan Januari-November 2020, maka kinerja ekspor industri manufaktur pada Januari-November 2021 meningkat sebesar 35,36%.

"Kinerja ekspor sektor manufaktur ini sekaligus memberikan kontribusi dan mempertahankan surplus neraca perdagangan yang dicetak sejak bulan Mei 2020," jelas Agus.

Lebih detail Menperin menyampaikan, capaian sektor industri manufaktur di sisi investasi dan ekspor, mengiringi kontribusi sektor industri manufaktur terhadap penerimaan negara dan kontribusi terhadap pembentukan PDB nasional.

Di sisi lain, pajak sektor industri pengolahan sepanjang tahun, secara rata-rata berkontribusi sebesar 29%. Sementara penerimaan cukai dari sektor industri manufaktur menyumbang 95% dari total penerimaan cukai nasional.

Adapun dari aspek kontribusi dalam PDB, kontribusi industri manufaktur pada triwulan III/2021 sebesar 17,33%. Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan sektor-sektor ekonomi yang lainnya.

"Sedangkan untuk pertumbuhan sektor industri manufaktur memang sempat tertekan minus 2,52% di tahun 2020 dan alhamdulillah kembali bergairah pada tahun 2021. Angka pertumbuhannya meningkat signifikan di triwulan II/2021 sebesar 6,91% year-on-year sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat bangkit 7,07% year-on-year," bebernya.

Baca Juga: Kinerja Sektor Industri 2021: Manufaktur Masih Jadi Motor Penggerak Keluar dari Resesi

Meskipun demikian, Agus mengatakan bahwa pertumbuhan sektor industri manufaktur pada Triwulan III/tahun 2021 kembali turun ke angka 4,2% , meski angka ini masih lebih tinggi dibanding dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 3,51%.

Lanjut, di samping baseline effect yang terjadi pada Triwulan II, penurunan pertumbuhan industri manufaktur pada Triwulan III, dikatakan Agus bahwa itu disebabkan oleh eskalasi pandemi Covid-19 khususnya varian Delta.

Seperti yang diketahui bersama pada Juli sampai Agustus 2021 menyebabkan pemerintah harus menerbitkan kebijakan PPKM darurat dan PPKM level 1 sampai dengan 4 yang mengganggu operasionalitas dan mobilitas dari kegiatan industri.

Dinamika serupa juga kita bisa lihat dari Purchasing Managers Index (PMI). Setelah sempat limbung akibat pembatasan aktifitas masyarakat termasuk di sektor industri manufaktur pada 2020, PMI manufaktur perlahan-lahan dan kembali kepada level ekspansif.

Agus menyebut, angka PMI di sepanjang tahun 2021 secara umum berada pada level ekspansif, kecuali pada Juli dan Agustus akibat pembatasan aktifitas di masa PPKM darurat dan PPKN level 4.

"Di luar itu, PMI manufaktur Indonesia bahkan beberapa kali berhasil mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah yakni pada bulan Maret 53,2 kemudian April 54,6, pada bulan Mei 55,3 dan bahkan pada bulan Oktober 57,2. Posisi ekspansif ini posisi di atas 50. Kami yakini juga akan tercatat pada Desember 2021," tukas Agus.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Rekomendasi
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved