Kinerja Sektor Industri 2021: Manufaktur Masih Jadi Motor Penggerak Keluar dari Resesi

Rabu, 29 Desember 2021 - 11:35 WIB
loading...
Kinerja Sektor Industri 2021: Manufaktur Masih Jadi Motor Penggerak Keluar dari Resesi
Menperin Agus Gumiwang mengatakan, sektor industri manufaktur merupakan sektor pendorong utama sektor pendorong utama bagi Indonesia untuk keluar dari resesi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian atau Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan kinerja sektor industri periode 2021. Adapun hal yang di sorot pada laporan kali ini, kontribusi sektor industri manufaktur terhadap negara di tengah terpaan pandemi Covid-19.

"Perjalanan sektor industri manufaktur di tahun 2021 masih diwarnai dengan gejolak dan tantangan akibat pandemi Covid-19. Pandemi yang masih kita hadapi sampai hari ini itu banyak mempengaruhi bagi Indonesia dalam membangun industri manufaktur yang berdaulat, mandiri, berdaya saing, dan inkusif," ujar Menperin dalam jumpa pers Kinerja Sektor Industri 2021 dan Outlook 2022, Rabu (29/12/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Bakal Lebur BUMN Manufaktur, Barata Indonesia Jadi Induknya

Meski demikian, Agus menyebut bahwa sektor industri manufaktur di Indonesia masih memainkan peranan sangat penting bahkan sebagai penggerak dan penopang utama bagi perekonomian nasional. Lanjut, dia juga menyatakan bahwa sektor industri manufaktur merupakan sektor pendorong utama sektor pendorong utama bagi Indonesia untuk keluar dari resesi .

"Peranan penting ini dapat dilihat dari kinerja makro sektor industri manufaktur di beberapa indikator antara lain; investasi, ekspor, impor, kontribusi pajak, kontribusi terhadap PDB, tingkat pertumbuhan, Purchasing Managers Index (PMI), dan juga penyerapan tenaga kerja," urainya.

Baca Juga: PMI Manufaktur Melandai, Sentimen Bisnis Masih Positif

Adapun secara rinci dijabarkannya, realisasi investor di sektor manufaktur pada Januari-September 2021 tercatat sebesar Rp 236,79 triliun. Angka ini naik 17,3% jika dibandingkan dengan realisasi investasi pada periode yang sama 2020 sebesar Rp 201,87 triliun.

Nilai investasi yang terbesar tercatat pada sektor logam dasar dan diikuti sektor makanan dan minuman. "Realisasi investasi tahun 2021 ini kami harapkan bisa melampaui realisasi investasi pada tahun 2020 yang sebesar Rp 270 triliun," pungkas Agus.
(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2185 seconds (11.252#12.26)