Dampak Omicron Mengintai, Ekonom: Alokasi PEN Perlu Ditambah

Minggu, 09 Januari 2022 - 17:00 WIB
loading...
Dampak Omicron Mengintai,...
Tahun ini pandemi masih menjadi tantangan ekonomi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom sekaligus Direktur Celios, Bhima Yudhistira , menilai bahwa alokasi pemulihan ekonomi nasional ( PEN ) sebaiknya perlu ditambah lagi, karena melihat pandemi masih menjadi tantangan di tahun 2022. Terlebih, dengan adanya kenaikan kasus varian baru Omicron.

Baca juga: Target Pajak Cetak Sejarah, Ekonom: Jauh Lebih Rendah Dibanding Realisasi 2019

Penambahan anggaran PEN diperuntukkan untuk sejumlah program-program penting, mulai dari vaksinasi hingga insentif nakes. Begitu pula dengan belanja perlindungan sosial.

"Anggaran untuk vaksinasi sebaiknya ditanggung sepenuhnya oleh negara, diambil dari dana PEN. Begitu juga kesiapan faskes, dan insentif nakes untuk waspadai kenaikan lonjakan kasus di beberapa daerah," ujar Bhima kepada MNC Portal di Jakarta, Minggu(9/1/2022).

Di sisi lain anggaran PEN untuk belanja perlindungan sosial sangat diperlukan bukan saja akibat belum meratanya pemulihan daya beli masyarakat, tapi karena masih terdapat 19 juta orang pekerja yang terdampak oleh pandemi.



"Selain itu, ancaman inflasi sepertinya bersifat persisten bukan sekadar temporer. Kenaikan harga kebutuhan pokok akan menghambat pemulihan daya beli, karena semakin rendah pendapatan seseorang maka semakin sensitif terhadap naiknya harga pangan dan harga energi. Setidaknya anggaran PEN untuk belanja perlindungan sosial dibutuhkan Rp300 triliun," terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Menko Cak Imin Minta...
Menko Cak Imin Minta Anggaran Perlinsos Ditambah Jadi Rp1.000 Triliun
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan BLT Kesra Tepat Waktu dan Sasaran, PosIND Petakan wilayah
Anggaran Perlinsos Rp508...
Anggaran Perlinsos Rp508 Triliun di 2026, Sri Mulyani: Bentuk Melindungi Sepanjang Hayat
Belanja Pemerintah Pusat...
Belanja Pemerintah Pusat 2026 Bakal Naik Pesat, Intip Porsi Terbesarnya
Komitmen Tjiwi Kimia...
Komitmen Tjiwi Kimia Beri Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan Berbuah Paritrana Award 2024
Prabowo Anggarkan Rp500...
Prabowo Anggarkan Rp500 Triliun untuk Perlindungan Sosial
Inisiatif Yovie Widianto...
Inisiatif Yovie Widianto Dorong Perlindungan Sosial bagi Pekerja Kreatif Diapresiasi
Sarbumusi: Jutaan Pekerja...
Sarbumusi: Jutaan Pekerja Belum Miliki Perlindungan Sosial Dasar
Rekomendasi
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
KPK Tahan Wamen Imipas...
KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim dan Eks Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam
Berita Terkini
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
Infografis
Dampak Mengerikan dari...
Dampak Mengerikan dari Serangan Bom Fosfor Putih Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved