Titik Terang Ekspor Batu Bara, Menteri ESDM: Ada Peluang Dilonggarkan
Senin, 10 Januari 2022 - 18:26 WIB
loading...
Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebutkan bahwa larangan ekspor batu bara berpeluang dilonggarkan. Foto/Ilustrasi/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebutkan dalam beberapa hari ke depan ada peluang ekspor batu bara dilanjutkan. Hal itu diungkapkan dalam pertemuan dengan Menteri Perindustrian Jepang Koichi Hagiuda, dalam rapat virtual Senin (10/1/2022).
Menurut Arifin, dalam beberapa hari mendatang diharapkan ada kejelasan soal kelanjutan ekspor di tengah meningkatnya tekanan permintaan menyusul larangan ekspor yang diberlakukan 10 hari yang lalu.
Baca Juga: Giliran Filipina Minta Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batu Bara
"Dalam sepekan terakhir kami telah melakukan stock-opname dan kami berharap dalam beberapa hari mendatang akan ada kejelasan lebih sehingga kami dapat memiliki ketahanan batu bara dan melanjutkan ekspor," kata Arifin seperti dilansir Reuters, Senin (10/1/2022).
Jepang menawarkan alternatif agar pemerintah Indonesia tetap membuka ekspor batu bara jenis High Calorific Value (HCV). "Jepang kebanyakan mengimpor batu bara HCV dibandingkan Low Calorific Value (LCV) yang digunakan pembangkit PLN," kata Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji belum lama ini.
Menurut Arifin, dalam beberapa hari mendatang diharapkan ada kejelasan soal kelanjutan ekspor di tengah meningkatnya tekanan permintaan menyusul larangan ekspor yang diberlakukan 10 hari yang lalu.
Baca Juga: Giliran Filipina Minta Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batu Bara
"Dalam sepekan terakhir kami telah melakukan stock-opname dan kami berharap dalam beberapa hari mendatang akan ada kejelasan lebih sehingga kami dapat memiliki ketahanan batu bara dan melanjutkan ekspor," kata Arifin seperti dilansir Reuters, Senin (10/1/2022).
Jepang menawarkan alternatif agar pemerintah Indonesia tetap membuka ekspor batu bara jenis High Calorific Value (HCV). "Jepang kebanyakan mengimpor batu bara HCV dibandingkan Low Calorific Value (LCV) yang digunakan pembangkit PLN," kata Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji belum lama ini.
Lihat Juga :