Metaverse Bakal Membuat Bisnis Menjadi No Human Touch, Begini Proyeksinya

Minggu, 16 Januari 2022 - 18:28 WIB
loading...
Metaverse Bakal Membuat...
Secara sederhana, metaverse menghadirkan jaringan dunia dalam wujud virtual tiga dimensi. Selain bakal mengubah segala aspek, perkembangan digital juga diproyeksi menyentuh aspek berbisnis. Foto/Dok DW
A A A
JAKARTA - Metaverse adalah penggabungan antara augmented reality, virtual reality, blockchain, dan Web 3.0. Secara sederhana, metaverse menghadirkan jaringan dunia dalam wujud virtual tiga dimensi.

Metaverse dianggap tidak memiliki batas dan saling terhubung. Lantas apa yang menjadi pembeda antara metaverse dan platform yang sudah ada saat ini?

“YouTube, Instagram, Facebook, dan platform lainnya berbasis Web 2.0, di mana semuanya memiliki kesamaan pada aturan kepemilikan, yaitu ‘community ownership’. Sementara itu metaverse yang dibuat dalam sistem blockchain dan Web 3.0 sifatnya individual ownership,” jelas Co-founder Digikai Studio, Yoshua.

Baca Juga: Bikin Ghozali Jadi Miliarder Cuman Jualan Foto Selfie, Apa Sih NFT?

Lebih lanjut ia juga menjelaskan perbedaan antara community ownership dengan individual ownership, “Community ownership artinya kita harus mematuhi peraturan komunitas yang dibuat oleh platform. Contohnya YouTube bisa menghapus video unggahan kita, bahkan menangguhkan channel kita,” terangnya.

“Dalam metaverse tidak demikian, karena sistem individual ownership tadi, kita mendapat hak kepemilikan secara utuh. Sebut saja foto, video, lagu bahkan hingga real estate dan kapal pesiar,” kata Yoshua menambahkan.

Tak hanya mengubah cara bersosialisasi, metaverse juga disebut memberikan dampak pada aspek bisnis. Lewat akun Instagram-nya, @talktoyosh, Yoshua beranggapan metaverse akan sangat berpengaruh pada kegiatan bisnis di masa mendatang.

“Metaverse akan mengubah segala aspek, terutama dalam hal bekerja atau menjalankan bisnis ,” kata pria yang memiliki nama lengkap Yoshua Markus Mariwu ini.

Ia melanjutkan “Ke depannya perjanjian bisnis akan disepakati di ruang pertemuan virtual oleh kedua belah pihak menggunakan perangkat VR. Jika sudah diterapkan, ini akan membuat bisnis menjadi 'No Human Touch' dan transaksinya pun menggunakan crypto,”

Yoshua juga meyakini bahwa implementasi metaverse akan lebih optimal, dengan memenuhi beberapa hal.

“Untuk bisa mewujudkan hal ini kita perlu teknologi komputasi yang jauh lebih cepat, quantum computing misalnya, dan juga teknologi blockchain yang lebih solid, mata uang crypto yang stabil, dan regulasinya yang matang,” lanjut Yoshua

“Ke depannya metaverse akan membuat mata uang crypto lebih diminati dan digunakan secara masif sebagai alat tukar, bukan sebagai investasi lagi. Setiap negara mungkin akan meluncurkan mata uang crypto yang sah atau mengeluarkan regulasi atau membiarkan ekonomi dikendalikan oleh perusahaan-perusahaan yang meluncurkan mata uang crypto,” tutupnya.

Baca Juga: Sandiaga Ajak Generasi Milenial dan Gen Z Manfaatkan Peluang Digital di Era Metaverse

Sebelumnya Facebook telah mengumumkan investasi besar-besaran untuk membangun "metaverse". Metaverse secara sederhana dapat didefinisikan sebagai realitas digital. Mirip dengan World Wide Web, tetapi menggabungkan aspek media sosial, augmented reality, game online, dan cryptocurrency, untuk memungkinkan pengguna melakukan aktivitas dan berinteraksi secara virtual.

Konsep ini memang masih di tahap awal pengembangan, tapi potensinya dinilai sangat-sangat besar. Fenomena cryptocurrency tahun ini semakin marak di dunia. Hal ini sebagian disebabkan oleh meningkatnya kesadaran publik tentang non-fungible tokens (NFT) – sebuah teknologi yang dapat memainkan peran kunci dalam metaverse.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ungkap Risiko, MODANTARA...
Ungkap Risiko, MODANTARA Minta Batas Potongan Platform 8% Ditinjau Kembali
Metro Timur Indonusa...
Metro Timur Indonusa Investasi USD1 Juta, Dukung Pengembangan Alat AI bagi Kreator
Menjembatani Aset Dunia...
Menjembatani Aset Dunia Nyata dengan Teknologi Blockchain
PRISMA Peruri Hadirkan...
PRISMA Peruri Hadirkan Strategi Jitu Agar UMKM Cemerlang di Platform Online
Laba REAL Melonjak 43%,...
Laba REAL Melonjak 43%, Sinyal Kebangkitan Emiten Properti di Tengah Pasar Stagnan
Diakui ASEAN Records,...
Diakui ASEAN Records, Platform Perdagangan Berbasis AI Ini Kumpulkan 3.520 Wirausahawan
Strategi Digital Marketing...
Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Keuntungan dan Otoritas Pasar Bisnis
Internet Of Vehicle,...
Internet Of Vehicle, Kunci Transformasi Digital Bisnis Rental Mobil
Misbakhun Dorong Tokenisasi...
Misbakhun Dorong Tokenisasi RWA Dongkrak Peran Masyarakat Biayai Pembangunan
Rekomendasi
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved