Jokowi ke OJK: Awasi Jasa Keuangan Lebih Ketat Lagi
Kamis, 20 Januari 2022 - 13:55 WIB
loading...
Presiden Jokowi meminta OJK melakukan pengawasan lebih ketat lagi terhadap investasi bodong hingga pinjol ilegal yang semakin meresahkan masyarakat. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa di masa sulit saat ini pengawasan terhadap bidang keuangan tidak boleh kendor. Jokowi meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi lebih ketat lagi sektor jasa keuangan yang banyak merugikan rakyat.
"Di masa sulit, pengawasan tidak boleh kendor, karena pengawasan yang lemah akan membuka celah, membuka peluang bagi munculnya berbagai modus kejahatan keuangan, yang ujung-ujungnya akan merugikan masyarakat. Hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi," katanya saat membuka pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan di Istana Bogor, Kamis (20/1/2022).
Baca Juga: Catat! Hanya 103 Pinjol yang Kantongi Izin OJK
Pada kesempatan itu Jokowi mengapresiasi OJK yang dapat berkoordinasi dengan baik dengan sektor riil. Menurutnya, antara sektor jasa keuangan dengan sektor riil harus saling mendukung dan menguatkan di saat-saat sulit seperti sekarang ini.
"Tanpa sektor jasa keuangan yang baik, perekonomian nasional tidak akan berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Tetapi sektor jasa keuangan juga tidak bisa kuat tanpa didukung pergerakan sektor riil," ungkapnya.
"Di masa sulit, pengawasan tidak boleh kendor, karena pengawasan yang lemah akan membuka celah, membuka peluang bagi munculnya berbagai modus kejahatan keuangan, yang ujung-ujungnya akan merugikan masyarakat. Hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi," katanya saat membuka pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan di Istana Bogor, Kamis (20/1/2022).
Baca Juga: Catat! Hanya 103 Pinjol yang Kantongi Izin OJK
Pada kesempatan itu Jokowi mengapresiasi OJK yang dapat berkoordinasi dengan baik dengan sektor riil. Menurutnya, antara sektor jasa keuangan dengan sektor riil harus saling mendukung dan menguatkan di saat-saat sulit seperti sekarang ini.
"Tanpa sektor jasa keuangan yang baik, perekonomian nasional tidak akan berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Tetapi sektor jasa keuangan juga tidak bisa kuat tanpa didukung pergerakan sektor riil," ungkapnya.
Lihat Juga :