Awas! Produktivitas Kelapa Sawit Terganggu, Dampaknya Bisa ke Harga Minyak Goreng
Selasa, 08 Februari 2022 - 15:36 WIB
loading...
Kenaikan harga pupuk berdampak pada menurunnya produktivitas kelapa sawit Indonesia. Pupuk sendiri merupakan komponen utama dalam produksi minyak sawit karena berkontribusi sekitar 30-35% dari total biaya produksi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kenaikan harga pupuk , seperti kenaikan harga pupuk berbasis nitrogen dan fosfat yang banyak dikonsumsi petani sawit sebesar 50-80% pada petengahan 2021, berdampak pada menurunnya produktivitas kelapa sawit Indonesia.
“Kenaikan harga pupuk yang merupakan salah satu komponen utama produktivitas kelapa sawit berdampak signifikan pada produktivitas, yang sebelum kenaikan harga pupuk memang sudah terbilang stagnan,” terang Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nisrina Nafisah di Jakarta, Selasa (8/2/2022).
Baca Juga: Hari Ini Melandai, Harga Minyak Sawit Diramal Masih Bakal Nanjak
Ia menambahkan, pupuk adalah komponen utama dalam produksi minyak sawit karena berkontribusi sekitar 30-35% dari total biaya produksi. Harga pupuk yang mahal akan menambah biaya produksi dan mendorong petani kecil menggunakan lebih sedikit pupuk dan ini akan berakibat pada berkurangnya produktivitas dan produksi.
"Padahal petani kecil berkontribusi hingga 34% dari produksi minyak sawit Indonesia. Selain itu, produktivitas kelapa sawit juga menghadapi masalah jangka panjang lainnya seperti kurangnya penanaman kembali, yang akan menyebabkan pertumbuhan output yang lebih lemah," ungkapnya.
“Kenaikan harga pupuk yang merupakan salah satu komponen utama produktivitas kelapa sawit berdampak signifikan pada produktivitas, yang sebelum kenaikan harga pupuk memang sudah terbilang stagnan,” terang Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nisrina Nafisah di Jakarta, Selasa (8/2/2022).
Baca Juga: Hari Ini Melandai, Harga Minyak Sawit Diramal Masih Bakal Nanjak
Ia menambahkan, pupuk adalah komponen utama dalam produksi minyak sawit karena berkontribusi sekitar 30-35% dari total biaya produksi. Harga pupuk yang mahal akan menambah biaya produksi dan mendorong petani kecil menggunakan lebih sedikit pupuk dan ini akan berakibat pada berkurangnya produktivitas dan produksi.
"Padahal petani kecil berkontribusi hingga 34% dari produksi minyak sawit Indonesia. Selain itu, produktivitas kelapa sawit juga menghadapi masalah jangka panjang lainnya seperti kurangnya penanaman kembali, yang akan menyebabkan pertumbuhan output yang lebih lemah," ungkapnya.
Lihat Juga :