Direktur BEI I Gede Nyoman Kupas Tuntas Soal IPO, Mulai dari BUMN hingga Unicorn

Sabtu, 19 Februari 2022 - 11:06 WIB
loading...
Direktur BEI I Gede...
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna buka-bukaan soal Initial Public Offering atau IPO, mulai dari BUMN, Unicorn serta seputar kebijakan-kebijakan terbaru dari BEI yang mendukung perusahaan-perusahaan untuk melantai. Foto/Dok
A A A
Minat perusahaan di Indonesia untuk memobilisasi dana jangka panjang melalui pasar modal tampaknya bakal meningkat, meski di tengah kondisi tak menentu akibat pandemi Covid-19. Hal ini terlihat sepanjang tahun 2021 sebanyak 54 perusahaan telah mencatatkan saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) .

Tercatat total penggalangan dana yang dihimpun melalui IPO 54 perusahaan tersebut mencapai Rp62,61 triliun atau naik 1.022,35% dibandingkan tahun 2020. Pertumbuhan tren positif dengan tambahan 54 perusahaan itu membawa jumlah perusahaan tercatat di BEI sebanyak 766 perusahaan tercatat.

Baca Juga: 55 Perusahaan Ditargetkan IPO Tahun Ini, Katanya Bakal Ada Unicorn

Indonesia pun masih menjadi Bursa dengan jumlah IPO terbanyak di Kawasan ASEAN selama 3 tahun berturut-turut sejak tahun 2019. Capaian ini ditopang oleh tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Total jumlah investor di pasar modal Indonesia per 29 Desember 2021 telah meningkat 92,7% menjadi 7,48 juta investor dari sebelumnya 3,88 juta investor per akhir Desember 2020. Jumlah ini meningkat hampir 7 kali lipat dibandingkan tahun 2017.

Lantas bagaimana proyeksi di tahun 2022 yang daftar emiten IPO sudah ditargetkan sebanyak 55 emiten baru. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna berbicara khusus mengenai hal ini dan buka-bukaan kepada SINDOnews.com, soal siapa saja Unicorn yang siap melantai di bursa.

Baca Juga: Dikecam! Bos Apple Dapat Bonus Rp1,42 T dan Dibayar 1.447 Kali Lipat dari Rata-rata Gaji Karyawan

Tidak hanya itu, Ia juga menjelaskan seputar kebijakan-kebijakan terbaru dari BEI yang mendukung perusahaan-perusahaan yang akan IPO di tahun 2022 ini. Berikut wawancara lengkap SINDOnews.com bersama I Gede Nyoman Yetna tentang IPO, Unicorn hingga kebijakan terbaru BEI.

- Berapa target perusahaan IPO di BEI pada tahun ini? Apa yang membuat anda optimis terhadap target tersebut? Lalu, berapa target total penggalangan dana dari hasil IPO di tahun ini?

Kami yakin perkembangan kondisi new normal dan pemulihan ekonomi nasional yang semakin kondusif dapat menjadi driver korporasi melakukan ekspansi bisnis. Pasar modal hadir sebagai partner perusahaan Indonesia untuk tumbuh bersama dan mendukung ekspansi bisnis melalui sarana penggalangan dana masyarakat yang bukan hanya bermanfaat sebagai capital injection bagi perusahaan namun juga peningkatan akuntabilitas dan corporate image perusahaan.

Oleh sebab itu, kami optimis bahwa semakin banyak perusahaan yang akan bergabung untuk tumbuh bersama pasar modal pada tahun ini. Jumlah pencatatan efek pada tahun kami harapkan akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 68 pencatatan efek baru yang terdiri dari Saham, ETF, DIRE, DINFRA, EBA/EBA-SP, dan Emisi Obligasi/Sukuk dari penerbit baru. Adapun emisi obligasi dan sukuk kami harapkan akan mencapai 95 penerbitan pada 2022 ini.

- Apakah ada kebijakan-kebijakan terbaru dari BEI yang mendukung perusahaan-perusahaan yang akan IPO di tahun ini?

Dalam upaya mendukung perusahaan yang memiliki minat atau kebutuhan informasi mengenai IPO, baik perusahaan startup maupun perusahaan konvensional, BEI senantiasa siap menjadi mitra diskusi bagi perusahaan. Kami memiliki person in charge (PIC) khusus bagi perusahaan yang ingin berdiskusi mengenai persiapan IPO perusahaan. Untuk itu kami juga siap melakukan konsultasi one-on-one mengenai rencana IPO ataupun penerbitan instrumen pasar modal lainnya.

Selain itu BEI juga menyelenggarakan kegiatan edukasi berupa go public workshop kepada perusahaan potensial IPO di Indonesia yang dapat kami selenggarakan secara mandiri maupun bekerja sama dengan asosisasi pengusaha dan institusi. Untuk itu kami sangat menyambut baik asosiasi pengusaha ataupun institusi yang berkenan untuk berkolaborasi dengan BEI guna memperoleh pengetahuan yang baik mengenai langkah- langkah dan kunci sukses IPO.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia (BEI, KPEI, dan KSEI) mendukung para pengusaha di Indonesia untuk dapat memanfaatkan pasar modal Indonesia sebagai sarana untuk memperoleh pendanaan tanpa batas, meningkatkan kinerja perusahaan, meningkatkan profesionalisme & loyalitas karyawan, meraih insentif pajak, mempercepat penerapan Good Corporate Governance (GCG), dan lainnya melalui skema IPO.

Adapun dari sisi prasarana penerbitan efek, OJK bersama dengan SRO senantiasa bersikap adaptif terhadap perkembangan bisnis dan industri serta perkembangan praktek Bursa global. Kami telah menerbitkan kebijakan baru pada akhir tahun 2021 lalu seperti Peraturan I-A baru dan juga POJK Saham Hak Suara Multipel (SHSM) sebagai salah satu langkah adaptasi tersebut. Selain itu kami juga terus mengkaji mekanisme percatatan baru yaitu melalui Special Purpose Acquisition Company (SPAC) dan mekanisme dual listing dimana kajiannya telah kami selesaikan pada akhir tahun lalu dan akan segera kami bahas bersama OJK.

Beberapa inisiatif atau kebijakan baru yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Pengembangan klasifikasi sektor dan industri.
2. Peraturan OJK No. 22/POJK.04/2021 tentang Saham Hak Suara Multipel (SHSM).
3. Perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A.
4. Pengembangan notasi khusus SHSM.
5. IDX Incubator yang memiliki Road-to-IPO program bertujuan memberikan capacity building program

dalam rangka mengakselerasi rencana startup serta perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah untuk melakukan IPO dan menjadi Perusahaan Tercatat di BEI.
Kami berharap hal-hal di atas yang telah menjadi inisiatif OJK dan SRO, dapat menjadi pemacu dan membantu lebih banyak perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal Indonesia sebagai sarana tumbuh bersama dengan kuantitas, kualitas, dan nilai proceed yang selalu lebih baik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Sah! Berikut Jajaran...
Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Rekomendasi
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved