Bernilai Fantastis, Creator Economy Jadi Industri Digital Menjanjikan

Selasa, 22 Februari 2022 - 10:32 WIB
loading...
Bernilai Fantastis, Creator Economy Jadi Industri Digital Menjanjikan
Masifnya konsumsi digital Indonesia ini menjadi ladang subur bagi siapa pun untuk menjadi kreator dan mengeksplorasi konten, serta menggaet jumlah pengikut yang besar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pekan lalu, Raffi Ahmad (Raffi) dan Nagita Slavina (Gigi) jadi perbincangan setelah dinobatkan Forbes menjadi ‘ The Sultans of Content ’. Kerap memamerkan kesehariannya di akun YouTube RANS Entertainment, pasangan entertainer ini kini melejit sebagai pengusaha, dengan mengembangkan rumah produksi Rans Entertainment yang membawahi RANS Music, RANS Animation, RANS FC, dan sederet usaha lainnya.

Melejitnya kesuksesan Raffi dan Gigi di dunia konten tidak lepas dari peningkatan konsumsi digital di Indonesia. Newzoo, penyedia games market data menyebut, Indonesia menempati posisi keempat di dunia dengan 170,4 juta pengguna smartphone (61,74 persen populasi) pada 2020.

Baca Juga: Transaksi Digital Banking Meroket, MotionBanking Milik BABP Pacu Inovasi Layanan

Sementara www.datereportal.com mengungkapkan, ada 191,4 juta pengguna media sosial di Indonesia pada Januari 2022 (+12,6 persen antara 2021 dan 2022). Masifnya konsumsi digital Indonesia ini menjadi ladang subur bagi siapa pun untuk menjadi kreator dan mengeksplorasi konten, serta menggaet jumlah pengikut yang besar.

Ketenaran para pemengaruh (influencer) mikro-makro ini pun diikuti oleh peluang penghasilan lain, seperti brand deals, kolaborasi merek, hingga produksi platform dan bisnis sendiri.

Jacopi Paoletti, co-founder,manager CreationDose menyebutnya, sebagai creator economy , saat para figur dengan bakat spesifik menciptakan konten sendiri. Tidak main-main, Influencer Marketing Hub (2022) memperkirakan total valuasi creator economy mencapai USD104 miliar setara dengan Rp1.493 triliun (Kurs Rp14.359 per USD) pada 2022.

Sebagai industri yang Forbes sebut layak dicermati perkembangannya pada 2022, creator economy juga memunculkan berbagai usaha baru, termasuk agensi pemasaran kreator/influencer, sebagai salah satu penyokong ekosistem industri.

Co-CEO Famous Allstars (FAS), Alex Wijaya yakni perusahaan influencer marketing, yang juga salah satu pionir penggerak industri creator economy di Indonesia menyebut, creator economy memiliki prospek untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi digital pada masa depan.

"Prospek industri ini sangat, sangat besar. Dengan posisi web 2.0 sekarang saja, creator economy sudah menjadi bagian besar dari ekonomi digital sekarang," ujar Alex saat dihubungi wartawan, Selasa (22/2/2022)

Hal ini, kata Alex, bisa dilihat dari perusahaan media sekarang yang bukan hanya didominasi dengan media cetak atau ekonomi yang beroperasi sejak lama. Namun para kreator individu juga sudah dapat membangun media sendiri.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0988 seconds (10.55#12.26)