Perusahaan Ini Terapkan 4 Hari Kerja dalam Seminggu, 91% Pekerja Lebih Bahagia dan Produktif

Selasa, 22 Februari 2022 - 14:49 WIB
loading...
A A A
Dengan pemikiran ini, perusahaan mempekerjakan staf pelanggan tambahan selama pandemi untuk mempertahankan cakupan. Tetapi masih memberikan waktu seminggu yang lebih singkat kepada setiap individu.

- Keterlibatan Karyawan

Menurut survei Buffer tahun 2021, 84% karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan yang diminta dalam empat hari kerja. Produktivitas perusahaan tetap stabil, tetapi para pemimpin menyoroti keterlibatan karyawan berkurang. Ternyata, ketika Buffer mengurangi pertemuannya, itu juga mengurangi waktu sosial formal dan informal.

Baca Juga: Awas! 745.000 Orang Per Tahun Tewas Akibat Kelebihan Jam Kerja

Sekarang, mereka harus menciptakan ruang untuk keterlibatan tim, kata Griffis, seperti dengan merencanakan acara sosial virtual sehingga karyawan dapat terhubung di luar rapat kerja.

Griffis menyadari, alasan terbesar Buffer berhasil mengadopsi empat hari kerja dalam seminggu adalah karena CEO dan pemimpin senior berkomitmen untuk membuatnya bekerja, dan karena tim mereka yang lebih kecil bisa lebih gesit.

Mereka tidak membahas tentang "haruskah kita melanjutkan?" melainkan "bagaimana kita membuat ini bekerja untuk kita?" kata Griffis. Sekarang kebijakan itu berjalan permanen: "Inilah yang kami lakukan tanpa batas," terangnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Membangun Budaya Kerja...
Membangun Budaya Kerja Adaptif untuk Hadapi Trust Gap
Worcas Group Bangun...
Worcas Group Bangun Budaya Kerja Inspiratif dan Apresiasi
BPJS Kesehatan Raih...
BPJS Kesehatan Raih 4 Penghargaan Bergengsi Stellar Workplace Award 2025
Tata Nilai INISIATIF...
Tata Nilai INISIATIF Jadi Penunjuk Arah Digitalisasi SDM BPJS Kesehatan
Lantik 221 PNS DPD RI,...
Lantik 221 PNS DPD RI, M Iqbal Tekankan Budaya Kerja yang Berintegritas
Hari Pertama PNS WFH,...
Hari Pertama PNS WFH, Ini 5 Tips Kerja di Rumah Tetap Nyaman
Menguji Ketangguhan...
Menguji Ketangguhan Ekonomi Dalam 8 Butir Transformasi Budaya Kerja
Rekomendasi
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Berita Terkini
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Infografis
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved