Konflik Ukraina-Rusia: Raksasa Makanan Cepat Saji Amerika Terancam
Senin, 28 Februari 2022 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
Hal itu disampaikan Lynch menanggapi pertanyaan tentang reaksi tajam di saham Papa John menyusul laporan pendapatan perusahaan yang solid pada hari sebelumnya. Papa John's mengoperasikan 186 toko di Rusia, sesuai laporan tahunan terbarunya.
Pada saat yang sama, industri makanan cepat saji memperingatkan investor bahwa ketegangan geopolitik yang memanas antara Rusia dan Ukraina dapat berdampak pada pendapatan bisnis di masa depan secara keseluruhan. Ini hanya masalah investor melakukan due diligence mereka pada perusahaan untuk memahami eksposur.
"Meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina dan setiap serangan militer potensial Rusia ke Ukraina dapat berdampak buruk pada kondisi makroekonomi, menimbulkan ketidakstabilan regional dan mengakibatkan meningkatnya sanksi ekonomi dari AS dan masyarakat internasional yang berdampak buruk bagi kami dan restoran konsep kami yang berlokasi di Rusia dan Eropa Timur," kata Yum, dalam laporan tahunan yang baru saja dirilis.
"Sejauh ini, sanksi semacam itu membatasi kemampuan kami di wilayah (Rusia) untuk melakukan bisnis dengan pemasok atau vendor tertentu, dan/atau memanfaatkan sistem perbankan dan mentransfer uang tunai," kata Yum.
Baca Juga: Menguak Harta Karun Donetsk, Wilayah Ukraina yang Diakui Putin Jadi Negara Merdeka
Burger King mengeluarkan pernyataan serupa dalam laporan tahunan terbarunya. Dimana Burger King sendiri setidaknya memiliki lebih dari 550 restoran di Rusia.
Pada saat yang sama, industri makanan cepat saji memperingatkan investor bahwa ketegangan geopolitik yang memanas antara Rusia dan Ukraina dapat berdampak pada pendapatan bisnis di masa depan secara keseluruhan. Ini hanya masalah investor melakukan due diligence mereka pada perusahaan untuk memahami eksposur.
"Meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina dan setiap serangan militer potensial Rusia ke Ukraina dapat berdampak buruk pada kondisi makroekonomi, menimbulkan ketidakstabilan regional dan mengakibatkan meningkatnya sanksi ekonomi dari AS dan masyarakat internasional yang berdampak buruk bagi kami dan restoran konsep kami yang berlokasi di Rusia dan Eropa Timur," kata Yum, dalam laporan tahunan yang baru saja dirilis.
"Sejauh ini, sanksi semacam itu membatasi kemampuan kami di wilayah (Rusia) untuk melakukan bisnis dengan pemasok atau vendor tertentu, dan/atau memanfaatkan sistem perbankan dan mentransfer uang tunai," kata Yum.
Baca Juga: Menguak Harta Karun Donetsk, Wilayah Ukraina yang Diakui Putin Jadi Negara Merdeka
Burger King mengeluarkan pernyataan serupa dalam laporan tahunan terbarunya. Dimana Burger King sendiri setidaknya memiliki lebih dari 550 restoran di Rusia.
Lihat Juga :