Petani Bawang Ini Selamat dari Penyakit 'inul' lewat Sistem Pemupukan Berimbang

Jum'at, 04 Maret 2022 - 21:47 WIB
loading...
Petani Bawang Ini Selamat...
Musim tanam saat curah hujan tinggi biasanya menjadi tantangan bagi petani bawang merah. Varietas tersebut kerap diserang jamur fusarium yang bisa merusak bawang hingga menyebabkan gagal panen. Foto/Dok
A A A
CIREBON - Musim tanam saat curah hujan tinggi biasanya menjadi tantangan bagi petani bawang merah. Varietas tersebut kerap diserang jamur fusarium yang bisa merusak bawang hingga menyebabkan gagal panen. Namun hal itu tidak terjadi di lahan H. Kardah, petani bawang merah asal Desa Silih Asih, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon.

Baca Juga: Jokowi Ingin Hasil Panen Petani Bawang Tak Dipermainkan Tengkulak

Tanaman bawang di lahannya tidak terpengaruh jamur fusarium, bahkan bisa melewati musim hujan dan menghasilkan panen dengan baik. Sebab, Kardah mengaplikasikan sistem pemupukan berimbang dari Pupuk Indonesia . Sejak awal Januari 2022, Kardah mengikuti demplot dan mengaplikasikan pupuk organik, urea, NPK dan NKP cair baik subsidi dan non subsidi.

"Dengan pemupukan berimbang, hasil panen sangat baik. Umbinya tumbuh cukup besar, dan ada kenaikan panen," kata Veronika Trisna Sukmawati, VP Pengendalian Operasi Pemasaran Wilayah Barat, Pupuk Indonesia (Persero) usai panen bawang dengan petani, Jumat (4/3/2022).

Pupuk yang digunakan bermerek : Petroganik, Nitrea, SP-36, ZA, Nitroku Prima, Nitroku Optima, Phonska Plus, ZK dan Phonska OCA. Veronika berharap, keberhasilan demplot di lahan H. Kardah bisa dirasakan petani lainnya. Sebab, dengan pemupukan berimbang, bertani lebih hemat dan efisien.

"Karena tidak memupuk berlebihan, modal tanam lebih hemat, tapi hasilnya justru lebih baik," ungkap Veronika.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Asep Pamungkas menuturkan, sistem pemupukan berimbang Pupuk Indonesia berpotensi menghasilkan panen bawang hingga mencapai 1,5 ton dari luasan 650 meter persegi.

"Artinya, dalam satu hektare berpotensi menghasilkan panen hingga 24 ton. Padahal dengan cara lama, biasanya 15 ton. Berarti sistem pemupukan berimbang bisa meningkatkan produktivitas," kata Asep.

Sementara itu, H Kardah mengatakan, demplot di lahannya melalui pemupukan berimbang bisa menghasilkan umbi bawang yang padat dan berat. Padahal lahannya kerap diguyur hujan lebat.

"Alhamdulillah, kombinasi pupuk subsidi dan non subsidi Pupuk Indonesia bisa membuat bawang merah tetap panen di musim hujan. Padahal biasanya, musim hujan adalah waktu yang dihindari petani untuk menanam bawang," ujar Kardah.

Saat musim hujan, ketika kelembaban tinggi, kerap muncul fungi atau jamur yang membuat daun bawang menjadi rebah. "Petani di sini menyebutnya penyakit inul, karena menyebabkan daun bawang rebah dan seperti muter-muter," kata Kardah.

Soal penyakit 'inul', Kardah punya pengalaman pahit pada tahun 2017. Saat musim hujan awal tahun, ia nekat menanam bawang di lahan seluas 3 hektare. Di lahan seluas itu, ia sampai merogoh kocek hingga Rp 500 juta untuk modal tanam.

Baca Juga: Lebih Hemat, Petani Bawang di Bone Manfaatkan Listrik Kendalikan Hama

Namun, bawang merah di lahannya diserang penyakit inul. Waktu itu, Kardah memaksakan menanam bawang ketika musim hujan dan memupuknya dengan pupuk impor. Harapannya, ketika bawang langka, ia bisa menyediakan bawang dan dibeli dengan harga tinggi.

"Tapi nyatanya saya mengalami gagal panen. Saat itu hanya untung Rp 60 juta. Saya sempat down saat itu dan mulai tidak percaya pada pupuk impor," kata Kardah.

Sejak saat itu, Kardah mengaku trauma menanam bawang ketika musim hujan. Begitupun saat mengikuti demplot Pupuk Indonesia awal tahun ini. "Saat ikut demplot ini deg-degan juga. Tapi melihat bawang tumbuh tegak, akhirnya lega juga," kata Kardah.

Bahkan, hasil panen yang baik saat ini, bisa membuat Kardah senang, sebab harga bawang cukup tinggi. "Di tingkat petani, harga bawang mencapai Rp 20 ribu per kilogram. Hasil panen ini tentu membahagiakan," tuturnya.

"Melihat hasil panen ini, saya sarankan untuk menggunakan produk buatan Pupuk Indonesia saja," tutur Kardah kepada para petani bawang.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Ekspor Pupuk...
Indonesia Ekspor Pupuk Urea ke Australia, Total Nilainya Tembus Rp7 Triliun
72 Ton Impor Bawang...
72 Ton Impor Bawang Bombai Ilegal Terungkap, Mentan Amran: Tak Boleh Kompromi
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun 7 Pabrik Pupuk Baru hingga 2029, Telan Anggaran Rp57 Triliun
Petani Bawang Brebes...
Petani Bawang Brebes Mengeluhkan Masuknya Bawang Bombai Mini Tanpa Izin
Awas Gagal Panen, Cuaca...
Awas Gagal Panen, Cuaca Ekstrem Mengancam di Akhir Tahun 2025
Mentan Amran Cabut Izin...
Mentan Amran Cabut Izin Usaha 190 Pengecer dan Distributor Pupuk Nakal
FAO Peringatkan Penutupan...
FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun
Krisis Pupuk Akibat...
Krisis Pupuk Akibat Perang Iran, Uni Eropa Andalkan Kotoran Sapi
Imbas Selat Hormuz Ditutup,...
Imbas Selat Hormuz Ditutup, Prabowo Ungkap Banyak Negara Minta Pupuk dari Indonesia
Rekomendasi
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Breaking News! Dokter...
Breaking News! Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya Hari Ini
Selain Dokter Tifa,...
Selain Dokter Tifa, Polda Metro Jaya Juga Tangkap Roy Suryo
Berita Terkini
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Menghadapi Tekanan Ekonomi,...
Menghadapi Tekanan Ekonomi, Agen Asuransi Jiwa Terus Tingkatkan Kapasitas lewat MDRT Day 2026
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
Infografis
Waswas Perang Dunia...
Waswas Perang Dunia III, Ini Cara Bertahan dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved