Perang Rusia Ukraina Adalah Bencana Ekonomi, Bank Dunia Memperingatkan

Minggu, 06 Maret 2022 - 23:15 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Danai Tentara Melawan Invasi Rusia, Ukraina Raup Rp3,8 Triliun dari Penjualan Obligasi Perang

Hilangnya pendapatan seperti itu hanyalah salah satu cara bahwa perang ini akan merusak standar hidup di Rusia, demikian juga akan jatuhnya nilai rubel (mata uang Rusia) dan inflasi.

Sementara itu Bank Dunia telah berkomitmen mengucurkan USD7,9 miliar untuk membantu mengembangkan ekonomi Ukraina sejak revolusi 2014. Uang itu telah membantu negara itu melakukan reformasi ekonomi yang luas termasuk privatisasi sektor energi dan perbankan, serta upaya untuk membuat lahan pertaniannya lebih produktif.

Bencana Ekonomi

Kurang dari sebulan sebelum invasi Rusia, bank sentral Ukraina memperkirakan bahwa ekonomi senilai USD180 miliar akan tumbuh 3,4% tahun ini, setelah mengalami kesulitan akibat pandemi Covid-19.

Namun, perang berarti "dampak bencana bagi ekonomi kita, dan untuk kawasan secara keseluruhan", menurut Alexander Rodnyansky, yang merupakan penasihat ekonomi presiden Zelensky.

"Kami telah melihat kerusakan besar-besaran di jalan, jembatan dan infrastruktur. Jadi itu adalah sesuatu yang harus dibangun kembali selama bertahun-tahun ketika perang berakhir," sambungnya.

"Sulit untuk memperkirakan angka (kerugian) itu sekarang, tetapi kita sudah siap melihat secara persentase dan pertumbuhan PDB karena apa yang sudah terjadi," terang Rodnyansky.

Dengan ratusan ribu warga Ukraina melarikan diri dari negara itu atau bergabung dalam perang melawan Rusia. Tenaga kerja telah menyusut secara dramatis, yang membuat sulit untuk menjaga ekonomi di masa perang tetap berjalan.

"Produksi baru saja runtuh," kata Rodnyansky, yang mengatakan ada gangguan pada pasokan makanan dan energi vital.

Perusahaan-perusahaan besar barat, seperti produsen makanan Nestle dan pembuat bir Carlsberg, memiliki operasi besar di Ukraina yang telah terganggu oleh perang.

Lonjakan investasi asing dalam beberapa tahun terakhir membantu membentuk kembali ekonomi Ukraina di tengah tindakan keras korupsi yang merupakan bagian dari kesepakatan untuk dukungan pembangunan dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Rodnyansky juga mengutarakan, bahwa pergeseran "benar-benar mencerminkan keinginan rakyat di Ukraina untuk berintegrasi dengan Uni Eropa, untuk menjadi bagian dari keluarga Eropa, dan hanya memiliki negara demokratis, kuat, bebas secara ekonomi yang berkembang".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Rekomendasi
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved