Harga Minyak Mentah Anjlok Usai UEA Bantu Geber Produksi
Kamis, 10 Maret 2022 - 09:11 WIB
loading...
Harga minyak mentah merosot setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan mendukung peningkatan produksi. Harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan internasional, turun lebih dari 17%. Foto/Dok
A
A
A
WASHINGTON - Harga minyak mentah merosot setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan mendukung peningkatan produksi. Harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan internasional, turun lebih dari 17% pada satu titik setelah pernyataan UEA, anggota OPEC .
Penurunan ini setelah harga minyak dunia terus meroket dalam beberapa pekan terakhir menyusul gangguan pasokan yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina. Kenaikan harga energi telah menekan keuangan seluruh keluarga di dunia.
Baca Juga: Perang Ukraina: Pembalasan Rusia Bakal Hadirkan Bencana Global Jika Embargo Minyak Berlaku
Presiden Joe Biden dan para pemimpin lainnya telah berjanji untuk mencoba mengurangi tekanan harga bagi sektor rumah tangga. Para pejabat dari AS telah melakukan pembicaraan dengan produsen minyak yang bertujuan untuk meningkatkan pasokan.
"Kami mendukung peningkatan produksi dan akan mendorong OPEC untuk mempertimbangkan tingkat produksi yang lebih tinggi," kata Duta Besar, Yousuf Al Otaiba dalam sebuah pernyataan lewat tweet-nya oleh Kedutaan Besar UEA di Washington.
Penurunan ini setelah harga minyak dunia terus meroket dalam beberapa pekan terakhir menyusul gangguan pasokan yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina. Kenaikan harga energi telah menekan keuangan seluruh keluarga di dunia.
Baca Juga: Perang Ukraina: Pembalasan Rusia Bakal Hadirkan Bencana Global Jika Embargo Minyak Berlaku
Presiden Joe Biden dan para pemimpin lainnya telah berjanji untuk mencoba mengurangi tekanan harga bagi sektor rumah tangga. Para pejabat dari AS telah melakukan pembicaraan dengan produsen minyak yang bertujuan untuk meningkatkan pasokan.
"Kami mendukung peningkatan produksi dan akan mendorong OPEC untuk mempertimbangkan tingkat produksi yang lebih tinggi," kata Duta Besar, Yousuf Al Otaiba dalam sebuah pernyataan lewat tweet-nya oleh Kedutaan Besar UEA di Washington.
Lihat Juga :