Dugaan Kerja Paksa, Raksasa Pangan Amerika Setop Beli CPO dari Perusahaan Malaysia
Selasa, 19 April 2022 - 14:11 WIB
loading...
Cargill menghentikan pembelian CPO dari sebuah perusahaan di Malaysia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan pangan multinasional asal Amerika Serikat (AS), Cargill Inc, memutuskan untuk menghentikan seluruh pembelian produk minyak sawit dari konglomerat perkebunan crude palm oil ( CPO ) asal Malaysia, Sime Darby Plantations Bhd. Penerbitan kebijakan ini dilakukan setelah adanya penemuan dugaan kerja paksa petani di perkebunan Sime Darby.
Baca juga: Pastikan BLT Minyak Goreng Tanpa Penyimpangan
Cargill telah menangguhkan semua sumber CPO dan turunannya sejak 25 Februari lalu, menurut pernyataan perusahaan, dikutip dari Bloomberg, Selasa (19/4/2022). Sementara itu, Sime masih belum memberikan keterangan terkait penghentian tersebut, tetapi pihaknya mengatakan sedang dalam pembicaraan dengan Cargill.
Diketahui, sejumlah produsen kelapa sawit dan sarung tangan karet terbesar di Malaysia telah diawasi dalam beberapa tahun terakhir atas tuduhan pelecehan pekerja migran.
Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS pada akhir Januari mengatakan akan menyita minyak sawit Sime dan barang-barang terkait sebagai bukti untuk menentukan bahwa produk Sime dibuat dengan memanfaatkan narapidana, tenaga kerja paksa, atau kontrak.
Baca juga: Pastikan BLT Minyak Goreng Tanpa Penyimpangan
Cargill telah menangguhkan semua sumber CPO dan turunannya sejak 25 Februari lalu, menurut pernyataan perusahaan, dikutip dari Bloomberg, Selasa (19/4/2022). Sementara itu, Sime masih belum memberikan keterangan terkait penghentian tersebut, tetapi pihaknya mengatakan sedang dalam pembicaraan dengan Cargill.
Diketahui, sejumlah produsen kelapa sawit dan sarung tangan karet terbesar di Malaysia telah diawasi dalam beberapa tahun terakhir atas tuduhan pelecehan pekerja migran.
Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS pada akhir Januari mengatakan akan menyita minyak sawit Sime dan barang-barang terkait sebagai bukti untuk menentukan bahwa produk Sime dibuat dengan memanfaatkan narapidana, tenaga kerja paksa, atau kontrak.
Lihat Juga :