Loyo di Awal Pekan, Harga Batu Bara Bangkit Lagi ke Level USD357,15
Kamis, 12 Mei 2022 - 11:21 WIB
loading...
Harga batu bara kembali naik. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Sempat melandai di awal pekan, harga batu bara kembali mengalami kenaikan. Pada perdagangan Rabu (11/5/2022), harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Juni 2022 ditutup di level USD357,15 per ton.
Angka ini menguat 2,41% dibanding penutupan hari Selasa (10/5) yaitu di level USD348,75 ton. Adapun pada penutupan perdagangan Senin (9/5), harga batu bara sempat menyentuh US$353,50 per ton. Selama sepekan ini, harga batu bara tercatat mengalami kenaikan 3,88%.
Baca juga: India Krisis Batu Bara, Pemadaman Listrik Melanda Seluruh Negeri
Harga batu bara sempat anjlok gara-gara menurunnya permintaan China imbas lockdown. Mengutip S&P Global, China bahkan menjual kembali batu bara yang mereka impor dari Indonesia karena permintaan domestik yang rendah.
Masih dari sumber yang sama, produksi batu bara Amerika Serikat (AS) diproyeksi meningkat mencapai 542,49 ton tahun ini. Oleh karena itu, diperkirakan terjadi penambahan stok batu bara selama beberapa waktu mendatang.
Baca juga: Kunjungi Amerika Serikat, Jokowi Terbitkan Keppres Ma'ruf Amin Jadi Plt Presiden
Di sisi lain, penguatan harga terjadi karena tingginya permintaan India akan komoditas ‘emas hitam’ ini sehubungan operasional pembangkit listrik di Negeri Sungai Gangga.
Angka ini menguat 2,41% dibanding penutupan hari Selasa (10/5) yaitu di level USD348,75 ton. Adapun pada penutupan perdagangan Senin (9/5), harga batu bara sempat menyentuh US$353,50 per ton. Selama sepekan ini, harga batu bara tercatat mengalami kenaikan 3,88%.
Baca juga: India Krisis Batu Bara, Pemadaman Listrik Melanda Seluruh Negeri
Harga batu bara sempat anjlok gara-gara menurunnya permintaan China imbas lockdown. Mengutip S&P Global, China bahkan menjual kembali batu bara yang mereka impor dari Indonesia karena permintaan domestik yang rendah.
Masih dari sumber yang sama, produksi batu bara Amerika Serikat (AS) diproyeksi meningkat mencapai 542,49 ton tahun ini. Oleh karena itu, diperkirakan terjadi penambahan stok batu bara selama beberapa waktu mendatang.
Baca juga: Kunjungi Amerika Serikat, Jokowi Terbitkan Keppres Ma'ruf Amin Jadi Plt Presiden
Di sisi lain, penguatan harga terjadi karena tingginya permintaan India akan komoditas ‘emas hitam’ ini sehubungan operasional pembangkit listrik di Negeri Sungai Gangga.
(ind)
Lihat Juga :