Geliat Bisnis Bioskop
Selasa, 17 Mei 2022 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengakui, melonjaknya jumlah masyarakat yang datang ke bioskop pada libur Lebaran ini tentu menjadi sinyal bagus. Betapa tidak, selama dua tahun intensitas menonton di bioskop menurun tajam. Sebelum pandemi Covid-19 jumlah penonton di bioskop bisa mencapai 51 juta orang. Saat pandemi, jumlahnya ambruk. Pada 2020 jumlah penonton hanya sekitar 12 juta dan 2021 tidak lebih dari 4 juta orang.
Djonny menjelaskan, jumlah penonton bioskop akan memberikan efek domino pada sektor bisnis lain. Pertama, para produsen film beserta para pemeran dan kru yang terlibat. Selama pandemi para pelaku perfilman mengurangi jumlah produksi dan memilih menjual filmnya ke layananover the top(OTT).
Head of Corporate Communications & Brand Management Cinema XXI Dewinta Hutagaol mengungkapkan kegembiraannya antusiasme para pencinta film di momen Lebaran tahun ini. Dia menandaskan, peningkatan jumlah penonton sudah terlihat pada 2021, di mana sejumlah film nasional kembali hadir di layar bioskop Tanah Air.
Meskipun belum kembali ke masa sebelum pandemi, yang rata-rata penjualannya 405.000 tiket per satu film, kondisinya perlahan sudah kembali pulih. Hal ini terjadi karena peran penting dari sejumlahstakeholderdan masyarakat yang semakin patuh menjalankan protokol kesehatan. ‘’Semakin membaiknya penanganan pandemi oleh pemerintah juga berbagai inisiasi aktif yang dilakukan oleh pemerintah, termasuk kegiatan kampanye 'Kembali ke Bioskop' serta bantuan pemulihan ekonomi nasional (PEN) bagi industri perfilman nasional menjadikan kondisi bioskop kembali pulih,’’ tuturnya.
Peneliti pada Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Agus Herta Sumarto mengatakan, mulai bangkitnya industri film saat ini dilihat sebagai fenomena euforia pascapembatasan kegiatan dan aktivitas masyarakat. Pelonggaran kegiatan masyarakat ini seolah-olah menjadi pengobat rasa rindu masyarakat terhadap berbagai kegiatan bersenang-senang yang selama ini dibatasi.
Djonny menjelaskan, jumlah penonton bioskop akan memberikan efek domino pada sektor bisnis lain. Pertama, para produsen film beserta para pemeran dan kru yang terlibat. Selama pandemi para pelaku perfilman mengurangi jumlah produksi dan memilih menjual filmnya ke layananover the top(OTT).
Head of Corporate Communications & Brand Management Cinema XXI Dewinta Hutagaol mengungkapkan kegembiraannya antusiasme para pencinta film di momen Lebaran tahun ini. Dia menandaskan, peningkatan jumlah penonton sudah terlihat pada 2021, di mana sejumlah film nasional kembali hadir di layar bioskop Tanah Air.
Meskipun belum kembali ke masa sebelum pandemi, yang rata-rata penjualannya 405.000 tiket per satu film, kondisinya perlahan sudah kembali pulih. Hal ini terjadi karena peran penting dari sejumlahstakeholderdan masyarakat yang semakin patuh menjalankan protokol kesehatan. ‘’Semakin membaiknya penanganan pandemi oleh pemerintah juga berbagai inisiasi aktif yang dilakukan oleh pemerintah, termasuk kegiatan kampanye 'Kembali ke Bioskop' serta bantuan pemulihan ekonomi nasional (PEN) bagi industri perfilman nasional menjadikan kondisi bioskop kembali pulih,’’ tuturnya.
Peneliti pada Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Agus Herta Sumarto mengatakan, mulai bangkitnya industri film saat ini dilihat sebagai fenomena euforia pascapembatasan kegiatan dan aktivitas masyarakat. Pelonggaran kegiatan masyarakat ini seolah-olah menjadi pengobat rasa rindu masyarakat terhadap berbagai kegiatan bersenang-senang yang selama ini dibatasi.
Lihat Juga :