Di Webinar Partai Perindo, Peneliti Indef Ungkap Pemicu Startup di Indonesia Berangsur Bangkrut

Jum'at, 10 Juni 2022 - 17:55 WIB
loading...
Di Webinar Partai Perindo,...
Seretnya suntikan dana membuat banyak startup berguguran. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Keberadaan startup atau perusahaan rintisan teknologi di Indonesia saat ini seperti diterjang ombak besar. Banyak startup di antaranya mulai goyah hingga bangkrut dengan mem- PHK karyawan.

Baca juga: Bisnis Rintisan Rentan PHK, Ini Cerita Karyawan yang Kapok Kerja di Startup

Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan saat awal kemunculannya, startup di Indonesia terus mengalami perkembangan yang jumlahnya mencapai ribuan dan berada di urutan ke-5 besar dunia.

"Jumlah startup (Indonesia) urutan ke- 5, perkembangan startup di Indonesia cukup pesat dengan jumlah mencapai 2.379," kata Nailul Huda dalam paparannya di webinar Partai Perindo bertajuk "Startup Mulai Berguguran, Ada Apa?" di Jakarta Jumat (10/6/2022).

Berada di peringkat ke-5 dunia dengan jumlah sebanyak 2,379 startup. Indonesia masih di bawah Amerika Serikat, India, United Kingdom (UK) atau Inggris dan Kanada yang mendominasi banyaknya jumlah startup di dunia.

"Indonesia cuma kalah dari Amerika, India, UK dan Kanada. China hanya punya 618 startup," ungkapnya.

Dikatakannya pada 2021 terjadi kenaikan yang cukup tajam dalam investasi ke startup digital Indonesia dari perusahaan modal ventura atau venture capital company di luar negeri.

"Tahun 2021, investasi startup mencapai puncaknya dengan Rp144,06 triliun atau naik hingga 195%," ungkapnya.

Akan tetapi memasuki tahun ini, beberapa startup mulai bertumbangan. Padahal, di masa pandemi Covid-19 begitu banyak masyarakat Indonesia yang mengandalkan digital online untuk belanja dan melakukan transaksi.



Pemicunya, suntikan dana dari luar negeri mulai menipis dan investor selektif dalam mencairkan fulus ke startup.

"Namun pada tahun 2022, tampaknya terjadi penurunan investasi dan hingga tengah tahun investasi ke startup Indonesia belum mencapai 50% dari tahun lalu," ucap Huda.

Ketika terjadi penurunan investasi karena adanya seleksi yang ketat dalam pendanaan dari luar negeri, startup di Indonesia malah jorjoran melakukan ekspansi pasarnya dan merekrut karyawan secara besar-besaran.

Suntikan dana dari luar negeri ke startup Indonesia menipis. Ia mencontohkan ada kebijakan baru di Amerika Serikat terkait pendanaan, sehingga investor yang menanamkan modalnya di Indonesia akan semakin berkurang dan selektif mencairkan dana.

"Nah, pada tahun ini mereka sepertinya gagal untuk mendapatkan pendanaan yang semakin selektif. Pendanaannya susah, tetapi mereka sudah terlanjur melakukan ekspansi pasar dan sudah meng-hire karyawan yang cukup masif," ujarnya.

Baca juga: Begini Cara Membuat Spotify Pie Chart, Ternyata Cukup Mudah!

Merosotnya investasi dari luar negeri menyebabnya keberadaan startup di Indonesia kelimpungan di tengah jalan. Akibatnya startup kalah saing karena tidak memiliki dana lagi hingga akhirnya mem-PHK karyawan.

"Efekya mereka tidak bisa beroperasional, tidak bisa memberikan insentif bagi konsumen, sehingga mereka melakukan efisiensi. Akhirnya dipilih jalan keluar yaitu mereka melepas karyawan secara masif," ungkapnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Spillify.io Hubungkan...
Spillify.io Hubungkan Brand dan Konsumen, Ngespill Produk Bisa Dapat Cuan
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Rekomendasi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Afsel ke Babak 32 Besar
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Afrika Selatan Cetak...
Afrika Selatan Cetak Sejarah Usai Lolos ke Babak 32 Besar
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved