Resesi Global Mengintai, Pemerintah Perlu Tambah Bantuan Tunai dan Nontunai

Senin, 13 Juni 2022 - 14:39 WIB
loading...
Resesi Global Mengintai,...
Ilustrasi BLT minyak goreng. Foto/Dok Antara
A A A
JAKARTA - Resesi global kian mengancam seiring tingginya inflasi di sejumlah negara. Inflasi yang terjadi otomatis bakal menggerus daya beli masyarakat.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, ketika inflasi global naik, masyarakat bakal lebih cenderung menyimpan uangnya atau lebih berhemat.

"Daya beli masyarakat bisa melemah dan cenderung saving atau berhemat," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Senin (13/6/2022).

Baca juga: BPS: Inflasi Mei 2022 Tertinggi sejak Desember 2017

Oleh karena itu, kata Bhima, pemerintah perlu membuat kebijakan yang bertujuan untuk menjaga tingkat konsumsi masyarakat bawah. Pasalnya konsumsi rumah tangga berkontribusi cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, kata Bhima, pemerintah perlu meningkatkan jaring pengaman berupa bantuan tunai atau BLT dan non tunai kepada kelas menengah rentan miskin.

“Agar penerima manfaat tepat sasaran diperlukan perbaikan kualitas pendataan penerima bansos. Sinkronisasi data antara yang dimiliki pusat dan daerah perlu di diperhatikan,” tandasnya.

Baca juga: Sederet Fakta Dampak Inflasi AS, RI Bisa Masuk Jurang Resesi

Bhima menambahkan, penambahan alokasi subsidi pupuk menjadi hal yang penting untuk mendorong kenaikan nilai tukar petani. Sebab, jika harga pupuk yang dibeli petani sudah mahal, sudah tentu akan menggerus pendapatan para petani.

"Mendorong kenaikan nilai tukar petani melalui penambahan alokasi subsidi pupuk, dan perbaikan rantai distribusi pangan," terangnya.

Dia menambahkan, ketidakpastian dari kondisi ekonomi global yang ada saat ini membuat para pelaku usaha banyak yang menahan untuk melakukan ekspansi bisnis. Bank sentral bakal menaikan suku bunga acuan untuk mengerem inflasi yang terjadi.

"Inflasi yang bersifat kontinu akan meningkatkan risiko percepatan kenaikan suku bunga, beberapa pelaku usaha yang alami kenaikan debt to equity ratio akan berat saat melakukan refinancing utang," bebernya.



Sehingga, jika banyak para pelaku usaha injak rem dalam ekspansi bisnis, maka yang terjadi adalah berkurangnya kebutuhan tenaga kerja.

Hal tersebut bakal menaikkan angka pengangguran dan menekan konsumsi masyarakat bawah. "Perlu penambahan alokasi subsidi energi khususnya untuk pertalite, solar, dan gas LPG 3kg,"tutup Bhima.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Inflasi Medis Picu Kenaikan...
Inflasi Medis Picu Kenaikan Biaya Kesehatan, Allianz Ingatkan Pentingnya Proteksi Jangka Panjang
Di Luar Kendali, Inflasi...
Di Luar Kendali, Inflasi AS Menggila Cetak Rekor Tertinggi dalam 3 Tahun Imbas Kenaikan Harga BBM
Kondisi Kelas Menengah,...
Kondisi Kelas Menengah, Saat Gaji Satu Pintu Tak Lagi Cukup
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Rekomendasi
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Berita Terkini
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Infografis
Perlu Tindakan Cepat...
Perlu Tindakan Cepat Pemerintah untuk Antisipasi Badai PHK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved