Disuntik PMK, HK Kebut Proyek Dua Ruas Tol Trans Sumatera
Rabu, 24 Juni 2020 - 13:36 WIB
loading...
PT Hutama Karya (Persero) akan menggunakan suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp7,5 triliun yang tertuang dalam Penyertaan Modal Negara (PMN) sebagai bagian dari program PEN untuk mengebut dua ruas jalan tol Trans Sumatera. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mendapatkan suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp7,5 triliun yang tertuang dalam Penyertaan Modal Negara (PMN) sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengatakan, PMN ini nantinya akan digunakan untuk menyelesaikan beberapa proyek jalan tol Trans Sumatera.
Misalnya terang dia, penyelesaian pembangunan jalan tol Trans Sumatera ruas Simpang Indralaya-Muaraenim sebesar Rp3,2 triliun sepanjang 119 kilometer. Lalu ada juga penyelesaian ruas tol Pekanbaru-Padang yang membutuhkan dana sebesar Rp4,3 triliun. Ruas tol ini memiliki panjang 244,80 kilometer yang mana pembangunannya dimulai tahun ini
"Penggunaan dana ini kami gunakan untuk ruas Simpang Indralaya-Muaraenim penerima penyertaan modal negara Rp3,2 triliun dan Pekanbaru-Padang Rp4,3 triliun," ujar Budi dalam rapat dengan Komisi VI DPR-RI, Rabu (24/6/2020).
(Baca Juga: Zig-Zag Laba Hutama Karya Setelah Dapat Penyertaan Modal Negara )
Sebenarnya lanjut Budi Harto, dalam pembiayaan jalan tol Trans Sumatera ini ada beberapa sumber pendanaan. Pertama adalah suntikan modal dari pemerintah dan juga pinjaman yang dilakukan oleh perseroan. "Ada PMN ada pinjaman dari kami. Jadi berdampingan," jelasnya.
Menurutnya, kedua jalan tol ini menjadi sangat besar bagi perekonomian Sumatera, mengingat saat ini belum seluruhnya jalan tol Trans Sumatera ini tersambung sepenuhnya. "Khusus Simpang-Mura Enim ini ada stimulus dampak fiskals selama masa konsesia stimulus. Kalau ruas Pekanbaru-Padang juga cukup besar akan berikan stimulus," ucapnya
Budi mengatakan, tak hanya perekonomian sekitar, keuangan Hutama Karya juga akan berpengaruh. Sambung dia mengungkapkan, dengan PMN ini pihaknya memproyeksi kinerja keuangan dalam hal ini pendapatan pada tahun 2020 Rp 40,7 triliun akan naik menjadi Rp 47 triliun pada 2021. "Dengan PMN akan naik pendapatan dari Rp 40,7 triliun tahun 2020, naik Rp 47 triliun di tahun 2021," jelasnya.
Misalnya terang dia, penyelesaian pembangunan jalan tol Trans Sumatera ruas Simpang Indralaya-Muaraenim sebesar Rp3,2 triliun sepanjang 119 kilometer. Lalu ada juga penyelesaian ruas tol Pekanbaru-Padang yang membutuhkan dana sebesar Rp4,3 triliun. Ruas tol ini memiliki panjang 244,80 kilometer yang mana pembangunannya dimulai tahun ini
"Penggunaan dana ini kami gunakan untuk ruas Simpang Indralaya-Muaraenim penerima penyertaan modal negara Rp3,2 triliun dan Pekanbaru-Padang Rp4,3 triliun," ujar Budi dalam rapat dengan Komisi VI DPR-RI, Rabu (24/6/2020).
(Baca Juga: Zig-Zag Laba Hutama Karya Setelah Dapat Penyertaan Modal Negara )
Sebenarnya lanjut Budi Harto, dalam pembiayaan jalan tol Trans Sumatera ini ada beberapa sumber pendanaan. Pertama adalah suntikan modal dari pemerintah dan juga pinjaman yang dilakukan oleh perseroan. "Ada PMN ada pinjaman dari kami. Jadi berdampingan," jelasnya.
Menurutnya, kedua jalan tol ini menjadi sangat besar bagi perekonomian Sumatera, mengingat saat ini belum seluruhnya jalan tol Trans Sumatera ini tersambung sepenuhnya. "Khusus Simpang-Mura Enim ini ada stimulus dampak fiskals selama masa konsesia stimulus. Kalau ruas Pekanbaru-Padang juga cukup besar akan berikan stimulus," ucapnya
Budi mengatakan, tak hanya perekonomian sekitar, keuangan Hutama Karya juga akan berpengaruh. Sambung dia mengungkapkan, dengan PMN ini pihaknya memproyeksi kinerja keuangan dalam hal ini pendapatan pada tahun 2020 Rp 40,7 triliun akan naik menjadi Rp 47 triliun pada 2021. "Dengan PMN akan naik pendapatan dari Rp 40,7 triliun tahun 2020, naik Rp 47 triliun di tahun 2021," jelasnya.
Lihat Juga :