Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pengamat: Tetap Ada Potensi Penyelewengan
Jum'at, 24 Juni 2022 - 18:49 WIB
loading...
Minyak goreng curah. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Pengamat ekonomi menilai rencana pemerintah melakukan transisi perubahan sistem penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) menggunakan aplikasi PeduliLindungi tidak akan optimal.
"Kebijakan ini menurut saya tidak akan optimal. Menggunakan PeduliLindungi tidak akan mengurangi potensi penyalahgunaan," ujar Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Jumat (24/6/2022).
Menurut dia, kebijakan tersebut akan tetap berpotensi terhadap penyelewengan. Pasalnya, selisih harga minyak goreng (migor) curah dengan minyak goreng premium cukup tinggi.
"Dari selisih itu akan mengundang oknum-oknum untuk bermain mencari keuntungan dengan melakukan penimbunan, penyelundupan, mengubah dari migor curah jadi migor kemasan yang harganya lebih mahal," tukasnya.
Baca juga: Pantau Distribusi Minyak Goreng, Luhut Akan Pakai PeduliLindungi
"Kebijakan ini menurut saya tidak akan optimal. Menggunakan PeduliLindungi tidak akan mengurangi potensi penyalahgunaan," ujar Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Jumat (24/6/2022).
Menurut dia, kebijakan tersebut akan tetap berpotensi terhadap penyelewengan. Pasalnya, selisih harga minyak goreng (migor) curah dengan minyak goreng premium cukup tinggi.
"Dari selisih itu akan mengundang oknum-oknum untuk bermain mencari keuntungan dengan melakukan penimbunan, penyelundupan, mengubah dari migor curah jadi migor kemasan yang harganya lebih mahal," tukasnya.
Baca juga: Pantau Distribusi Minyak Goreng, Luhut Akan Pakai PeduliLindungi
Lihat Juga :