Harga Minyak Tinggi, Ekonom Desak Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Senin, 27 Juni 2022 - 16:06 WIB
loading...
A A A
Sana subsidi energi dan dana kompensasi sebesar Rp500 triliun tersebut menurutnya jelas tidak percuma. Ini sangat membantu konsumsi rumah tangga dan menjaga inflasi tak melonjak. "Bayangkan kalau harga Pertalite naik menjadi harga keekonomian di Rp14.000 per liter, yang pusing bukan hanya pemilik kendaraan bermotor tapi guncangan inflasi bisa melemahkan kurs rupiah dan membuat aliran modal keluar. Indonesia bisa terjun ke resesi ekonomi," cetusnya.

Namun, lanjut Bhima, pendistribusian subsidi ini tidak boleh serampangan. Menurutnya, perbaikan data demi memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah. Bhima menegaskan, subsidi tepat sasaran kuncinya ada pada integrasi data kependudukan dengan data kendaraan. "Akhirnya sinkronisasi data ini yang sulit," tuturnya.

Senada, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menegaskan bahwa secara konsep subsidi seharusnya untuk membantu peningkatan daya beli masyarakat. Namun, kata dia, faktanya subsidi BBM tidak sepenuhnya tepat sasaran. "Karena yang disubsidi justru yang mampu, yaitu pemilik mobil," katanya.

Doktor ekonomi dari Universitas Trisakti yang menulis disertasi soal BBM dan LPG subsidi ini mengatakan, mekanisme yang dipilih dalam pemberian subsidi seharusnya menggunakan subsidi langsung sehingga tepat sasaran. Bahkan, Komaidi menilai penerapan subsidi langsung sangat memungkinkan karena masyarakat relatif siap. "Saya melihat kuncinya justru ada pada kesiapan pemerintah," ujarnya.

Baca Juga: Mental Baja! 9 Kali Gagal Tes Masuk TNI, Anak Petani Ini Akhirnya Tembus Akmil
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
Ada Demo Mahasiswa di...
Ada Demo Mahasiswa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Arus Lalin Dialihkan
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
Uji Dynotest Tukang...
Uji Dynotest Tukang Solar di Thailand: Berapa Besar Kenaikan Tenaga Toyota FJ Cruiser Terbaru?
Rekomendasi
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Prancis Desak Israel...
Prancis Desak Israel Mundur dari Dataran Tinggi Golan Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved