Sri Mulyani Sebut Orang Indonesia Jangan Baper, Ada Apa Nih?
Rabu, 13 Juli 2022 - 11:23 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengingatkan, agar orang Indonesia jangan baper (bawa perasaan) karena semua negara mencermati hal yang sama, terkait apa ya kira-kira?. Foto/Dok
A
A
A
NUSA DUA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bahwa Indonesia sebagai tuan rumah dari Presidensi G20 juga menempatkan aspek keuangan berkelanjutan (sustainable finance) sebagai salah satu dari topik terpenting yang harus didiskusikan antara para menteri keuangan dan gubernur bank sentral.
Baca Juga: Pajak Karbon Tidak Jadi Diterapkan Juli 2022, Begini Alasannya
Keuangan berkelanjutan tidak hanya membicarakan soal afordabilitas dari komitmen perubahan iklim , tetapi aspek ekualitas atau keadilan. Ini konsisten dengan prinsip UNFCCC, common but differentiated responsibility.
"Untuk negara seperti Indonesia yang memiliki hutan tropis yang sangat luas, Indonesia tentunya akan dicermati dalam manajemen hutan tropis tersebut," ujar Sri Mulyani dalam rangkaian kegiatan Road to G20 bertajuk "Sustainable Finance: Instruments and Management in Achieving Sustainable Development of Indonesia" di Nusa Dua, Rabu (13/7/2022).
"Untuk negara seluas Indonesia yang masih dalam tahap pembangunan, terus mendorong pengurangan kemiskinan dengan mendorong pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja, ditambah dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia tentunya membutuhkan energi listrik yang besar," sambungnya.
Baca Juga: Pajak Karbon Tidak Jadi Diterapkan Juli 2022, Begini Alasannya
Keuangan berkelanjutan tidak hanya membicarakan soal afordabilitas dari komitmen perubahan iklim , tetapi aspek ekualitas atau keadilan. Ini konsisten dengan prinsip UNFCCC, common but differentiated responsibility.
"Untuk negara seperti Indonesia yang memiliki hutan tropis yang sangat luas, Indonesia tentunya akan dicermati dalam manajemen hutan tropis tersebut," ujar Sri Mulyani dalam rangkaian kegiatan Road to G20 bertajuk "Sustainable Finance: Instruments and Management in Achieving Sustainable Development of Indonesia" di Nusa Dua, Rabu (13/7/2022).
"Untuk negara seluas Indonesia yang masih dalam tahap pembangunan, terus mendorong pengurangan kemiskinan dengan mendorong pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja, ditambah dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia tentunya membutuhkan energi listrik yang besar," sambungnya.
Lihat Juga :