Melihat Peluang di Balik Hebohnya Citayam Fashion Week

Jum'at, 15 Juli 2022 - 15:27 WIB
loading...
Melihat Peluang di Balik Hebohnya Citayam Fashion Week
Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) melihat fenomena street fashion sub urban seperti yang terjadi di sekitar Taman Stasiun Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta Pusat atau dikenal Citayam Fashion Week sebagai peluang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Jagat dunia maya sedang dihebohkan dengan munculnya fenomena street fashion sub urban yang terjadi di DKI Jakarta khususnya di kawasan Sudirman. Banyak remaja tanggung yang menggunakan pakaian-pakaian nyentrik.

Baca Juga: Pakai Produk Lokal, Wagub DKI: Citayam Fashion Show Keren

Ketua Komite Pengembangan Jaringan Usaha Bidang UMKM/IKM DPN Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), Euis Saedah mengatakan, fashion adalah milik semua dan tidak terbatas kalangan tertentu.

"Saya kira tidak ada low fashion pokoknya all fashion belongs to all, dengan munculnya seperti ini adalah sebuah pasar, promosi tanpa biaya," kata Euis dalam program Market Review di IDX Channel, Jumat (15/7/2022).

Area sekitar Taman Stasiun Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta Pusat mendadak menjadi viral, lantaran menjadi ajang adu fashion anak Citayam, Bekasi hingga Bojong Gede yang dikenal dengan sebutan Citayam Fashion Week. Mereka mengenakan kemeja flanel oversize, celana model 90-an seperti boot cut atau cutbray, sneakers klasik, dan topi.

Euis menilai banyaknya remaja yang berjalan dengan senang hati, serta ingin menunjukkan dirinya, secara tidak langsung telah membantu UKM (Usaha Kecil Menengah) untuk promosi khususnya untuk bidang fashion.

"Jadi kita coba lihat dari sudut positif, kalau kita lihat dari sudut positif semuanya akan bergerak menjadi positif," bebernya.

Baca Juga: 3 Lokasi yang Vibes-nya Mirip 'SCBD Citayam Fashion Week', Semua Bak Model!

Dia menambahkan, para remaja tersebut berani mengeluarkan modal untuk berbelanja pakaian yang mereka sukai. Ini menjadi peluang besar untuk para UKM menyediakan pakaian yang diminati sekaligus menjadi referensi pasar.

"Artinya mereka ada modal untuk mengeluarkan biaya dan mereka ingin menjual itu, menjual dalam arti mempromosikan. Mereka tidak berdagang tentunya ya, tapi para UKM/IKM yang memproduksi pakaian-pakaian yang disukai oleh milenial atau para remaja ini pasti akan senang. Produk-produk saya semakin ramai di street fashion, bukankah itu sebuah peluang pasar ," ujarnya.

(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1398 seconds (11.97#12.26)