Lonjakan Covid di China Turunkan Harga Minyak di Bawah USD100 per Barel
Senin, 18 Juli 2022 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
Kehilangan gas tersebut akan memukul Jerman, sebagai negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia. Dari daratan Timur Tengah, perjalanan Presiden AS Joe Biden ke Arab Saudi dikabarkan gagal menghasilkan janji dari produsen utama OPEC untuk meningkatkan pasokan minyak.
Harapan tidak adanya minyak tambahan membantu mendorong harga naik pada Jumat lalu (17/7/2022) menjelang pembicaraan Biden dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Sebelumnya, Biden ingin Saudi meningkatkan produksinya demi membantu menjinakkan harga minyak di pasar sekaligus dapat menurunkan inflasi.
Pada hari Minggu, Amos Hochstein, penasihat senior Departemen Luar Negeri AS untuk keamanan energi, mengatakan bahwa kunjungan Biden dapat membuat Saudi mengambil beberapa langkah terkait pasokan.
Baca juga: Fenomena Aneh Hujan Ikan di India Setelah Monsun, Begini Penjelasannya
Ke depan, pasar minyak menantikan pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia, yang disebut OPEC+, pada 3 Agustus 2022.
Harapan tidak adanya minyak tambahan membantu mendorong harga naik pada Jumat lalu (17/7/2022) menjelang pembicaraan Biden dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Sebelumnya, Biden ingin Saudi meningkatkan produksinya demi membantu menjinakkan harga minyak di pasar sekaligus dapat menurunkan inflasi.
Pada hari Minggu, Amos Hochstein, penasihat senior Departemen Luar Negeri AS untuk keamanan energi, mengatakan bahwa kunjungan Biden dapat membuat Saudi mengambil beberapa langkah terkait pasokan.
Baca juga: Fenomena Aneh Hujan Ikan di India Setelah Monsun, Begini Penjelasannya
Ke depan, pasar minyak menantikan pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia, yang disebut OPEC+, pada 3 Agustus 2022.
(uka)
Lihat Juga :