Kurangi Penggunaan Dolar AS, Rusia Terima Pembayaran Minyak dengan Dirham
Rabu, 20 Juli 2022 - 04:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Rencana AS Batasi Harga Minyak Rusia Disebut Ide Konyol
Menteri keuangan negara itu pada bulan lalu juga mengatakan, Moskow mungkin mulai membeli mata uang negara-negara "ramah", menggunakan kepemilikan tersebut untuk mempengaruhi nilai tukar dolar dan euro sebagai cara untuk melawan kenaikan tajam dalam rouble.
Pertukaran mata uang Moskow sedang bersiap untuk meluncurkan perdagangan dalam Som Uzbek dan dirham. Dubai, sebagai pusat keuangan dan bisnis di Teluk, telah muncul sebagai tempat perlindungan bagi kekayaan Rusia.
India, juga mempertahankan posisi netral ditambah mereka mengakui perlindungan asuransi oleh perusahaan-perusahaan Rusia dan telah menawarkan klasifikasi kepada kapal-kapal yang dikelola oleh anak perusahaan yang berbasis di Dubai dari grup pelayaran top Moskow untuk memungkinkan perdagangan.
Bank sentral India pekan lalu memperkenalkan mekanisme baru untuk penyelesaian perdagangan internasional dalam Rupee, yang dilihat banyak ahli sebagai cara untuk mempromosikan perdagangan dengan negara-negara yang berada di bawah sanksi Barat, seperti Rusia dan Iran.
Menteri keuangan negara itu pada bulan lalu juga mengatakan, Moskow mungkin mulai membeli mata uang negara-negara "ramah", menggunakan kepemilikan tersebut untuk mempengaruhi nilai tukar dolar dan euro sebagai cara untuk melawan kenaikan tajam dalam rouble.
Pertukaran mata uang Moskow sedang bersiap untuk meluncurkan perdagangan dalam Som Uzbek dan dirham. Dubai, sebagai pusat keuangan dan bisnis di Teluk, telah muncul sebagai tempat perlindungan bagi kekayaan Rusia.
India, juga mempertahankan posisi netral ditambah mereka mengakui perlindungan asuransi oleh perusahaan-perusahaan Rusia dan telah menawarkan klasifikasi kepada kapal-kapal yang dikelola oleh anak perusahaan yang berbasis di Dubai dari grup pelayaran top Moskow untuk memungkinkan perdagangan.
Bank sentral India pekan lalu memperkenalkan mekanisme baru untuk penyelesaian perdagangan internasional dalam Rupee, yang dilihat banyak ahli sebagai cara untuk mempromosikan perdagangan dengan negara-negara yang berada di bawah sanksi Barat, seperti Rusia dan Iran.
(akr)
Lihat Juga :