Mengenal Sejarah Phising yang Lahir Sejak 1996

Rabu, 20 Juli 2022 - 17:51 WIB
loading...
Mengenal Sejarah Phising yang Lahir Sejak 1996
Sejarah pishing dikenal sejak tahun 1996. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Istilah phising sudah sering didengar oleh sebagian besar masyarakat dunia, apalagi mereka yang aktif menggunakan internet, termasuk pula media sosial. Istilah phising sendiri mulai dikenal sejak tahun 1996.

Mengutip phising.org, penggunaan pertama kali istilah phising tercatat pada 2 Januari 1996. Penyebutan itu terjadi di sebuah newsgroup usenet AOL atau American Online. AOL sendiri merupakan penyedia akses internet nomor satu saat itu. Adalah hal yang biasa bila setiap hari terdapat jutaan orang yang masuk ke layanan ini. Kondisi ini lantas dimanfaatkan oleh para peretas untuk melakukan phising.

Cara awal yang digunakan para pelaku phising adalah memakai algoritma untuk membuat nomor kartu kredit secara acak. Nomor ini kemudian digunakan untuk membuka akun di AOL. Dengan memanfaatkan sistem pesan instan dan email AOL, mereka mengirimkan pesan ke pengguna dan bertindak seolah-olah sebagai karyawan AOL.

Baca Juga: Daftar Penjahat Digital Keuangan Kini Masuk Bui, Ada 2 Orang dari Indonesia

Dalam pesan tersebut, pengguna diminta memverifikasi informasi penagihan mereka. Karena menganggap itu bagian dari pelayanan AOL, pengguna pun memberikan data dan informasi pribadinya dengan sukarela. Phising sendiri biasa dikenal dengan istilah brand spoofing atau carding yang merupakan bentuk layanan untuk menipu seseorang. phising mengiming-imingi keamanan transfer data dan keabsahan yang dilakukan. Secara sederhana, phising memiliki arti kegiatan seseorang demi mendapatkan informasi rahasia user atau pengguna internet.

Cara yang digunakan bisa berbagai macam, yakni dengan menggunakan surat elektronik (surel) atau laman web palsu dengan tampilan yang sangat persis dengan laman resminya. Berdasarkan pengertiannya, jelas phising merupakan tindak kejahatan elektronik dengan bentuk penipuan. Adapun data-data pengguna internet yang biasanya diincar adalah password dan detail nomor kartu kredit, yang sangat berbahaya jika diketahui orang lain.

Penjebak atau pelaku phising disebut sebagai phisher. Selain surel, phisher ini menggunakan banner atau tampilan di internet (seperti pop-up) yang menarik perhatian para pengguna untuk menekan laman tersebut dan memasukkan berbagai data pribadi rahasia miliknya.

Baca Juga: Kejahatan Phishing Kini Berkeliaran di Twitter dan Discord

Dalam Jurnal Ilmiah Saintikom bertajuk ‘phising Sebagai Salah Satu Bentuk Ancaman dalam Dunia Cyber’, dibeberkan teknik-teknik phising yang ramai digunakan phisher. Pertama adalah aplikasi berbagi pesan atau pesan instan. Pada poin ini, pengguna biasanya menerima pesan dengan tautan yang menuntun ke sebuah laman palsu. Jika dibandingkan dengan laman asli, laman palsu tersebut mempunyai kemiripan yang sangat tinggi dan hampir tak ada beda. Teknik lain yang juga dikenal adalah email spoofing dan malware phising.

Untuk email spoofing, phisher akan mengirimkan surat elektronik (surel) ke jutaan pengguna dan mengikuti kalimat isi milik institusi resmi. Apabila mendapatkan surel seperti ini, penerima harus benar-benar jeli dalam melihat dan melakukan verifikasi. Sebab, teknik tersebut merupakan yang sering digunakan dan banyak pula menjaring korban. Surel tersebut berisi permintaan untuk mengirimkan informasi terkait kartu kredit, password, dan mengunduh formulir tertentu.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1173 seconds (10.101#12.26)