Indonesia Rentan Dihantam Perubahan Iklim, Sri Mulyani Waspada
Rabu, 27 Juli 2022 - 17:33 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani menyampaikan, bahwa Indonesia termasuk negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Mantan Direktur Bank Dunia itu lantas membeberkan bukti-buktinya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, bahwa Indonesia termasuk negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim . Dia pun menjabarkan bahwa ada beberapa alasan yang membuktikan kerentanan tersebut.
Baca Juga: RI Butuh Duit Rp3.461 Triliun, Sri Mulyani: Ongkos Kurangi Emisi Mahal
Pertama, Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, sehingga sangat rentan terhadap risiko perubahan iklim, khususnya kenaikan level air laut.
"Kedua, dari tahun 1981-2018, Indonesia mengalami kenaikan temperatur sebesar 0.03 derajat celcius setiap tahunnya," jelas Menkeu Sri Mulyani dalam G20 Webinar Series: Unlocking Innovative Financing Schemes and Islamic Finance secara virtual di Jakarta, Rabu (27/7/2022).
Alasan ketiga, dari tahun 2010 hingga 2018, tren emisi gas rumah kaca nasional Indonesia meningkat 4.3% tiap tahunnya. Tak hanya itu, Indonesia mengalami kenaikan level permukaan air laut sebesar 0,8 hingga 1,2 cm per tahun, dengan 65% populasi penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir.
"Tak hanya itu, risiko dari perubahan iklim ini pun perlu diwaspadai. Kelangkaan air bisa disebabkan oleh adanya banjir parah dan kekeringan, ekosistem tanah hancur karena kebakaran hutan yang juga parah. Hal ini bisa menyebabkan hilangnya ekosistem, biodiversitas, dan perubahan dalam biomassa," ungkap Sri Mulyani.
Baca Juga: Kejar Target Emisi Karbon, Sri Mulyani: Komitmen Ini Tak Gratis
Baca Juga: RI Butuh Duit Rp3.461 Triliun, Sri Mulyani: Ongkos Kurangi Emisi Mahal
Pertama, Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, sehingga sangat rentan terhadap risiko perubahan iklim, khususnya kenaikan level air laut.
"Kedua, dari tahun 1981-2018, Indonesia mengalami kenaikan temperatur sebesar 0.03 derajat celcius setiap tahunnya," jelas Menkeu Sri Mulyani dalam G20 Webinar Series: Unlocking Innovative Financing Schemes and Islamic Finance secara virtual di Jakarta, Rabu (27/7/2022).
Alasan ketiga, dari tahun 2010 hingga 2018, tren emisi gas rumah kaca nasional Indonesia meningkat 4.3% tiap tahunnya. Tak hanya itu, Indonesia mengalami kenaikan level permukaan air laut sebesar 0,8 hingga 1,2 cm per tahun, dengan 65% populasi penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir.
"Tak hanya itu, risiko dari perubahan iklim ini pun perlu diwaspadai. Kelangkaan air bisa disebabkan oleh adanya banjir parah dan kekeringan, ekosistem tanah hancur karena kebakaran hutan yang juga parah. Hal ini bisa menyebabkan hilangnya ekosistem, biodiversitas, dan perubahan dalam biomassa," ungkap Sri Mulyani.
Baca Juga: Kejar Target Emisi Karbon, Sri Mulyani: Komitmen Ini Tak Gratis
Lihat Juga :