Sekjen Baru OPEC: Rusia Pemain Besar dan Sangat Berpengaruh dalam Peta Energi Dunia

Senin, 01 Agustus 2022 - 06:46 WIB
loading...
Sekjen Baru OPEC: Rusia...
Sekretaris jenderal (Sekjen) OPEC yang baru, Haitham al-Ghais menekankan, OPEC tidak bersaing dengan Rusia ketika ada seruan dari Amerika Serikat untuk lebih banyak pasokan. Foto/Dok
A A A
KUWAIT - Sekretaris jenderal (Sekjen) OPEC yang baru mengatakan, bahwa keanggotaan Rusia di OPEC+ sangat penting untuk keberhasilan kesepakatan. Hal ini dilaporkan oleh surat kabar Alrai Kuwait pada akhir pekan, mengutip wawancara eksklusif dengan Haitham al-Ghais.

Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi Bahas Konflik Ukraina dan OPEC dengan Putin

Dia mengatakan, OPEC tidak bersaing dengan Rusia dan menyebutnya sebagai "pemain besar, utama, dan sangat berpengaruh dalam peta energi dunia," demikian yang dilaporkan Alrai.

OPEC plus merupakan aliansi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia.

Al-Ghais untuk pertama kalinya akan memimpin pertemuan OPEC+ pada 3 Agustus, di mana kelompok itu akan mempertimbangkan untuk menjaga produksi minyak mentah tidak berubah pada bulan September, meskipun ada seruan dari Amerika Serikat untuk lebih banyak pasokan.

Namun tidak menutup kemungkinan peningkatan output juga akan menjadi pembahasan, seperti disampaikan delapan sumber kepada Reuters pekan lalu.

"OPEC tidak mengendalikan harga minyak, tetapi mempraktikkan apa yang disebut tuning pasar dalam hal penawaran dan permintaan," ucap AL-Ghais kepada Alrai yang juga menggambarkan kondisi pasar minyak dunia saat ini "sangat fluktuatif dan bergejolak."

Baca Juga: Kesampingkan Sanksi Barat, Arab Saudi Beri Sinyal Dukung Rusia di OPEC+

"Bagi pribadi, saya masih menekankan bahwa kenaikan harga minyak baru-baru ini tidak hanya terkait dengan perkembangan antara Rusia dan Ukraina," bebernya.

"Semua data mengkonfirmasi bahwa harga mulai naik secara bertahap dan kumulatif, dan sebelum pecahnya perkembangan Rusia-Ukraina, karena persepsi yang berlaku di pasar bahwa ada kekurangan kapasitas produksi cadangan, yang telah menjadi terbatas pada beberapa negara," kata al-Ghais.

Sebagai informasi harga minyak telah melonjak pada tahun 2022 ke level tertinggi sejak 2008, naik di atas level USD139 per barel pada bulan Maret. Hal itu setelah Amerika Serikat dan Eropa menjatuhkan sanksi pada Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Harga minyak mentah dunia sejak saat itu telah mereda menjadi sekitar USD108/barel, karena lonjakan inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan kekhawatiran bahwa resesi bakal mengikis permintaan.

Menjawab pertanyaan tentang faktor-faktor yang akan mempengaruhi harga minyak pada akhir tahun, al-Ghais mengatakan: "Dalam pandangan saya, faktor yang paling penting adalah kurangnya investasi yang berkelanjutan di bidang pengeboran, eksplorasi, dan produksi," ucapnya.

"Ini akan mendorong harga ke arah atas, tetapi kami tidak dapat menentukan levelnya sampai di mana," tandasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Rekomendasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Berita Terkini
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved