Dana Rp30 Triliun di Bank BUMN demi Urai Benang Kusut Perekonomian

Senin, 29 Juni 2020 - 20:35 WIB
loading...
Dana Rp30 Triliun di...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan bersikap sangat hati-hati dalam menempatkan dana pemerintah sebesar Rp30 triliun di empat bank BUMN yang merupakan anggota Himbara. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penempatan dana ini telah dipelototi dan diawasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sikap hati-hati itu berdasarkan implementasi PMK No.70/2020 terkait dengan penampatan uang negara di bank mitra umum yang merupakan kebijakan komplementer. Pasalnya, PMK.64/2020 soal bank jangkar, dinilai terlalu rumit.

"Kita berhati-hati dalam penetapan dana ini ke bank Himbara, apalagi kita diawasi oleh KPK dalam menempatkan dana ini," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Sri menjelaskan bahwa banyak catatan untuk pelaksanaan penempatan dana ini , terutama terkait dengan prosedur pelaksanaan kebijakan bank jangkar tadi. ( Baca juga:Titip Rp30 Triliun, Sri Mulyani Minta Bank BUMN Genjot Kredit 3 Kali Lipat )

Sri menegaskan penempatan uang negara di bank-bank milik negara bukan untuk membantu likuiditas. Penempatan dana itu dimaksudkan untuk mengurai benang kusut perekonomian, khususnya di perbankan.

"Jadi fokus kami mengurai persoalan ekonomi. Kami coba urai satu-satu," katanya. (Lihat grafis: Komisaris dari Kaum Milenial di Perusahaan BUMN Harus Kerja Nyata)
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Purbaya Tolak Permintaan...
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
Tiga Bank Asing Besar...
Tiga Bank Asing Besar Tarik Uang Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa?
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Desain Cetak Biru RAPBN...
Desain Cetak Biru RAPBN 2027, Prabowo Patok Kurs Rupiah Rp16.800–Rp17.500 per Dolar AS
Rayakan Usia 6 Dekade,...
Rayakan Usia 6 Dekade, Bank Papua Gelar Turnamen Tenis Bank Papua Open 2026
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
IBEM Jadi Marketplace...
IBEM Jadi Marketplace Perdana Industri MICE, Pertemukan 200 Buyers dan 200 Sellers
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved