Pelindo Jasa Maritim Lakukan Standarisasi Pelayanan Kapal
Kamis, 25 Agustus 2022 - 14:46 WIB
loading...
A
A
A
Sejak SPJM melakukan STO, pihaknya langsung berkoordinasi dengan anak-anak usaha, terutama Pelindo Marine Service (PMS) dan PT Jasa Armada Indonesia (JAI) Tbk dalam hal pelayanan yang optimal.
“Kami juga banyak melakukan improve atau perbaikan yang sesuai dengan harapan dari Pelindo atau holding. Salah satu konsen kami yaitu terkait dengan pelayanan, membuat jalur komunikasi internal SPJM maupun dengan anak perusahaan (anper) PT PMS dengan tujuan agar pelayanan makin baik yang tentunya sesuai harapan ultimate (Holding) khususnya pengguna jasa,” ujarnya.
Terkait assessment yang sudah dilakukan di Pelabuhan Dumai dan akan dilakukan di Pelabuhan Balikpapan, Syamsul Maarif menambahkan bahwa setelahnya akan menyusul standarisasi pelayanan di pelabuhan lainnya seperti Makassar, Bitung, Surabaya, Tanjung Intan, Tanjung Mas, Belawan dan pelabuhan di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Menurut Syamsul Maarif, kegiatan di pelabuhan hanya dua hal yang perlu diperhatikan khusus, yakni port stay dan cargo stay.
Di mana port stay itu terkait dengan kecepatan pelayanan kapal , dengan cara melakukan pembenahan internal SPJM seperti proses bisnis, standarisasi kesiapan Sarana dan Prasarana termasuk SDM.
Dan cargo stay tentu terkait standarisasi kesiapan alat-alat bongkar muat yang menjadi tanggung jawab SPJM yang tersebar di seluruh terminal peti kemas seperti Container Crane (CC), RTG Crane dan lainnya.
“Kami juga banyak melakukan improve atau perbaikan yang sesuai dengan harapan dari Pelindo atau holding. Salah satu konsen kami yaitu terkait dengan pelayanan, membuat jalur komunikasi internal SPJM maupun dengan anak perusahaan (anper) PT PMS dengan tujuan agar pelayanan makin baik yang tentunya sesuai harapan ultimate (Holding) khususnya pengguna jasa,” ujarnya.
Terkait assessment yang sudah dilakukan di Pelabuhan Dumai dan akan dilakukan di Pelabuhan Balikpapan, Syamsul Maarif menambahkan bahwa setelahnya akan menyusul standarisasi pelayanan di pelabuhan lainnya seperti Makassar, Bitung, Surabaya, Tanjung Intan, Tanjung Mas, Belawan dan pelabuhan di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Menurut Syamsul Maarif, kegiatan di pelabuhan hanya dua hal yang perlu diperhatikan khusus, yakni port stay dan cargo stay.
Di mana port stay itu terkait dengan kecepatan pelayanan kapal , dengan cara melakukan pembenahan internal SPJM seperti proses bisnis, standarisasi kesiapan Sarana dan Prasarana termasuk SDM.
Dan cargo stay tentu terkait standarisasi kesiapan alat-alat bongkar muat yang menjadi tanggung jawab SPJM yang tersebar di seluruh terminal peti kemas seperti Container Crane (CC), RTG Crane dan lainnya.
Lihat Juga :